JPOPIndo POPSkandal & Kontroversi

‘SBY48’ Diajukan ke PDKI, Diduga Calon Sister Group JKT48

746
×

‘SBY48’ Diajukan ke PDKI, Diduga Calon Sister Group JKT48

Sebarkan artikel ini
'SBY48' Diajukan ke PDKI, Diduga Calon Sister Group JKT48
Photo illustrated by fans.

Overseasidol.com — Pada tangal 8 April, penggemar JKT48 dihebohkan dengan munculnya pengajuan merek berlabel “SBY48”.

Dilansir dari pdki-indonesia.dgip.go.id, merek dengan nama SBY48 telah diajukan pada 10 Desember 2024 dengan logo yang mirip dengan JKT48.

Scroll untuk Melanjutkan Membaca

Dalam informasinya, pengajuan merek ini dilakukan oleh PT Ihza Integrated Consulting, berbeda dengan merek JKT48 yang didaftarkan oleh Dentsu.

SBY48 diajukan ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) dengan nomor JID2024129574, lengkap dengan logo resminya.

Saat ini, status pengajuan “SBY48” telah memasuki tahap pemeriksaan oleh pihak terkait.

Pemeriksaan substantif ini memakan waktu kurang lebih 150 hari sebelum nantinya diterima atau ditolak oleh PDKI.

'SBY48' Diajukan ke PDKI
Pengajuan SBY48 di laman PDKI.

Seperti yang diketahui SBY48 atau Surabaya48 telah disinggung oleh manajemen JKT48 sejak tahun 2011.

Melalui cuitannya di X, manajemen JKT48 pernah memberikan iming-iming sister group kepada fans terkait sister group lokal di Surabaya dengan nama SBY48.

JKT48 juga kerap menggelar acara di kota terbesar kedua di Indonesia itu termasuk pertunjukan teater sementara mereka.

Seperti halnya AKB48 di Jepang, mereka memiliki adik grup lokal di berbagai kota seperti SKE48 (Sakae, Nagoya), NMB48 (Namba, Osaka), HKT48 (Hakata), dan Niigata (Niigata).

Namun banyak penggemar masih penasaran terkait perusahaan yang mendaftarkan merek ini.

Banyak pula penggemar yang menduga bahwa grup ini mungkin ada kaitannya dengan ekspansi SNH48 ke Indonesia melalui sister group.

SNH48 atau Shanghai48 memutuskan untuk keluar dari keluarga AKB48 dengan mendirikan berbagai adik-adik grup lokal di Tiongkok.

Hingga berita ini dirilis, manajemen JKT48, AKB48 atau SNH48 masih belum memberikan tanggapan resminya.