Overseasidol.com — Drama Tiongkok Pursuit of Jade yang tengah populer kembali menjadi sorotan publik, kali ini bukan karena alur ceritanya, melainkan penampilan salah satu karakternya.
Sosok Wu Anhou yang dibintangi Zhang Linghe dalam drama tersebut menuai perdebatan karena tampil dengan riasan wajah yang dinilai terlalu halus dan kurang mencerminkan karakter seorang jenderal perang.
Warganet bahkan menjulukinya sebagai “jenderal foundation” karena tampilannya yang dianggap terlalu rapi dan bersih.
Perbandingan pun muncul dengan karakter klasik seperti Xiang Yu yang pernah diperankan oleh Peter Ho, yang dikenal dengan citra kuat, kasar, dan penuh aura kepemimpinan.
Kontras antara dua representasi ini memicu diskusi luas mengenai bagaimana sosok prajurit atau jenderal seharusnya digambarkan dalam karya visual.
Menanggapi polemik tersebut, Jun Zhengping Studio pada 27 Maret merilis sebuah artikel opini yang mengkritik tren penggambaran karakter militer dalam drama sejarah.
Dalam tulisannya, mereka menilai bahwa penggambaran jenderal yang terlalu “dipoles” secara visual justru mengaburkan nilai-nilai maskulinitas yang selama ini dijunjung dalam budaya Tiongkok.
Artikel tersebut menekankan bahwa konsep maskulinitas tradisional tidak sekadar soal penampilan fisik, melainkan mencerminkan keberanian, tanggung jawab, dan semangat juang.
Sosok prajurit sejati digambarkan sebagai figur yang kuat dan sederhana, bukan yang terlalu memperhatikan estetika wajah.
Lebih jauh, kritik tersebut juga menyoroti bahwa meskipun industri hiburan memiliki kebebasan dalam berekspresi dan mengejar estetika yang beragam, penggambaran tokoh militer tetap seharusnya mempertimbangkan nilai historis dan realitas.
Jika terlalu menonjolkan sisi visual yang halus, dikhawatirkan pesan tentang ketegasan dan semangat juang justru menjadi berkurang.
Perdebatan ini mencerminkan adanya pergeseran selera dan standar estetika dalam industri hiburan modern.
Di satu sisi, ada tuntutan visual yang lebih “bersih” dan menarik secara komersial, sementara di sisi lain, terdapat harapan agar karya sejarah tetap mempertahankan keaslian dan nilai-nilai budaya yang kuat.







Tidak ada Respon