Overseasidol.com — Aktor sekaligus pengusaha muda Thailand Win Metawin baru-baru ini secara terbuka membahas tantangan besar yang tengah dihadapi bisnis miliknya.
Dalam wawancara terbaru, ia mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi saat ini memberikan tekanan yang bahkan lebih berat dibandingkan masa pandemi COVID-19.
Sebagai CEO dari brand yang ia bangun, Win Metawin menjelaskan bahwa sebagian besar gerainya berada di pusat perbelanjaan.
Namun, penurunan daya beli masyarakat menyebabkan jumlah pengunjung mall menurun drastis, yang secara langsung berdampak pada penjualan offline.
Berdasarkan data terbaru, pendapatan dari toko fisik mengalami penurunan sekitar 20 persen.
Meski penjualan online masih membantu menjaga operasional, Win Metawin mengakui bahwa tekanan yang ia rasakan saat ini sangat besar.
Ia bahkan harus rutin mengadakan rapat setiap kali memiliki waktu luang untuk mencari strategi terbaik dalam mempertahankan bisnisnya.
Menurutnya, fase ini menjadi periode tersulit sejak brand tersebut didirikan.
Ia juga membandingkan situasi sekarang dengan masa pandemi, di mana bisnisnya lebih banyak mengandalkan penjualan online dengan biaya operasional yang relatif rendah.
Kini, dengan banyaknya toko fisik, beban biaya seperti sewa tempat, gaji karyawan, dan operasional lainnya meningkat signifikan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, brand miliknya mulai melakukan berbagai langkah efisiensi, termasuk mengurangi jumlah produksi serta frekuensi pengiriman agar arus kas tetap stabil.
Terkait kemungkinan kenaikan harga, Win Metawin menegaskan bahwa hal itu akan menjadi pilihan terakhir karena ia masih berusaha menyerap beban biaya tanpa membebani konsumen.
Dalam wawancara tersebut, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap para karyawan yang telah lama bekerja bersama timnya.
Ia berharap dapat terus mempertahankan tim yang sudah dibangun selama ini meski menghadapi tantangan berat.
Di tengah tekanan bisnis, Win Metawin tetap menunjukkan sisi humornya dengan menanggapi rencana “membeli jet pribadi” yang sebelumnya sempat menjadi candaan publik.
Ia mengatakan bahwa rencana tersebut untuk sementara harus ditunda, mengingat tingginya biaya bahan bakar.









