Pernikahan Adat Khon Kaen Nadech Kugimiya dan Yaya Urassaya Picu Kontroversi, Netizen Kamboja Singgung Isu Tiru Budaya!

Overseas Idol
Pernikahan Adat Khon Kaen Nadech Kugimiya dan Yaya Urassaya Picu Kontroversi, Netizen Kamboja Singgung Isu Tiru Budaya!
Photo via Facebook/AmazingCambodia.kh.
A-AA+A++

Overseasidol.com — Pernikahan tradisional yang digelar oleh pasangan selebritas Thailand Nadech Kugimiya dan Yaya Urassaya di wilayah Khon Kaen, Thailand, awalnya mendapat banyak pujian karena kehangatan dan kekayaan unsur budaya lokal.

Namun, acara tersebut justru memicu perdebatan di media sosial setelah sebagian netizen dari Kamboja mengklaim bahwa beberapa ritual atau adat dalam upacara tersebut berasal dari budaya mereka.

Kontroversi muncul dari sejumlah prosesi dalam pernikahan adat Isan, seperti pasangan yang duduk di lantai untuk menerima doa restu, ritual pengikatan benang sebagai simbol keberkahan, serta tradisi mencuci kaki pengantin pria.

Beberapa pihak menilai praktik tersebut merupakan bagian dari budaya Kamboja dan mempertanyakan penggunaannya dalam pernikahan tersebut.

Pernikahan Adat Khon Kaen Nadech Kugimiya dan Yaya Urassaya Picu Kontroversi
Photo via thairath.com.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari warganet Thailand yang menegaskan bahwa tradisi tersebut telah lama menjadi bagian dari budaya lokal, khususnya di wilayah Isan.

Mereka menyebut bahwa praktik tersebut telah diwariskan turun-temurun dan merupakan identitas budaya yang telah ada sejak lama, bukan hasil adopsi baru.

Perdebatan semakin meluas hingga menarik perhatian pelaku budaya di Thailand.

Seorang ahli budaya setempat menjelaskan bahwa ritual mencuci kaki pengantin pria memiliki makna simbolis sebagai bentuk penyucian dan ujian kesabaran.

Sementara itu, prosesi duduk di lantai merupakan bentuk umum dalam pernikahan tradisional di pedesaan.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan kursi biasanya hanya ditemukan dalam pernikahan modern yang digelar di hotel atau gedung.

Sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Nadech atau pun pemerintah Thailand terhadap tuduhan peniruan budaya tersebut.