Thai DramaSkandal & Kontroversi

CEO Be On Cloud Tanggapi Sindiran dan Gugatan Sutradara Tome Yuthlert

141
×

CEO Be On Cloud Tanggapi Sindiran dan Gugatan Sutradara Tome Yuthlert

Sebarkan artikel ini
CEO Be On Cloud Tanggapi Sindiran dan Gugatan Sutradara Tome Yuthlert
Photo via Be On cloud.

Overseasidol.com — Pond Krisda, CEO Be On Cloud, akhirnya angkat bicara setelah sutradara Tome Yuthlert Sippapak berencana menggugat perusahaannya sebesar 100 juta baht.

Sengketa ini terkait dugaan pelanggaran hak cipta film legendaris “Buppha Rahtree” yang akan diremake oleh Be On Cloud.

Scroll untuk Melanjutkan Membaca
v

Pond mengakui dirinya sangat menghormati Yuthlert sebagai senior di dunia perfilman.

Namun ia mengaku kecewa dengan ucapan keras yang merendahkan karyanya. Yang paling membuatnya tersinggung adalah sikap meremehkan produksi serial gay.

“Sekarang sudah tahun 2025. Tidak seharusnya masih ada diskriminasi seperti ini,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu bekerja sesuai aturan dan kontrak lisensi.

Be On Cloud bahkan telah membayar 1,2 juta baht untuk hak judul dan alur cerita.

Namun, Pond menekankan bahwa mereka sama sekali tidak menggunakan keduanya.

“Cerita, naskah, dan visi kami sepenuhnya asli. Kami menghormati senior, tapi kami tidak bersalah,” ujarnya.

Mengenai proses produksi, Pond menjelaskan bahwa pihaknya menambah investasi secara bertahap demi menghasilkan kualitas terbaik.

Ia menambahkan bahwa kontrak tidak mengharuskan mereka melaporkan perubahan naskah, selama masih sesuai perjanjian.

Pond juga menceritakan rasa kecewa ketika mencoba menghubungi Yuthlert di awal konflik.

“Saya mencoba menelepon, tapi beliau menolak bicara. Saat itu emosinya masih tinggi, dan saya tidak ingin berdebat.

Di dalam tim, suasana kami bahagia dan kreatif. Jadi ketika muncul kata-kata keras seperti itu, rasanya menyakitkan,” katanya.

Ia menutup dengan menekankan bahwa tujuannya bukan untuk menyerang, melainkan menjaga integritas tim dan karya yang sudah mereka bangun.

“Film dan serial seharusnya membawa kebahagiaan dan kreativitas, bukan konflik. Dunia perfilman seharusnya lebih mendukung, bukan saling menjatuhkan,” pungkas Pond.