Overseasidol.com — Nama Chen Duling kembali menjadi perbincangan hangat setelah pidato kemenangannya di ajang Starlight Awards viral di media sosial.
Menanggapi fenomena tersebut, sang aktris akhirnya angkat bicara dan membagikan kisah di balik momen yang menyentuh banyak penonton itu.
Chen Duling dengan jujur mengakui bahwa dirinya merasa sangat gugup sebelum naik ke atas panggung.
Ia bahkan sempat berulang kali mengingat dan menyusun daftar ucapan terima kasih di dalam pikirannya karena takut ada pihak penting yang terlewat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa rasa gugup adalah hal yang wajar, terutama di momen penting seperti menerima penghargaan, dan yang paling utama adalah menyampaikan perasaan dengan tulus.
Menurut Chen Duling, viralnya pidato tersebut bukan karena pilihan kata yang indah, melainkan karena ketulusan yang dirasakan oleh publik.
Saya selalu merasa bahwa akting adalah profesi yang sangat beruntung. di tempat kerja sering saya rasakan Aku bagaikan bejana yang menampung seluruh cahaya.
Bulan itu sendiri tidak memancarkan cahaya. Saya juga Saya memikul nilai dari pekerjaan ini.
Pesona karakter Kerja keras dan bakat semua orang di depan dan di belakang layar.
Pengaruh media platform Dukungan dari penggemar tepuk tangan penonton. Cahaya-Mulah yang menyinari diriku.
Hal itu memungkinkan saya untuk bersinar pada saat ini. Saya akan membawa perhatian dan energi ini bersama saya di masa depan.
Terus tampil dengan penuh konsentrasi Teruslah menjadi wadah yang mampu membawa semua cahaya.
Isyarat tangan: Dalam menghadapi bencana, umat manusia tidak lebih dari koloni semut di hadapan badai… terima kasih semuanya.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa selama seseorang mengekspresikan diri secara jujur, apa pun kepribadiannya, akan selalu ada orang yang bisa menerima dan menyukainya.
Aktris berusia muda itu juga menjelaskan makna di balik perumpamaan “bulan tidak memancarkan cahaya” yang ia ucapkan di atas panggung.
Baginya, pernyataan tersebut merupakan bentuk kerendahan hati sekaligus refleksi terhadap profesi aktor.
Ia percaya bahwa keberhasilan seorang aktor bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan buah dari kolaborasi banyak pihak, mulai dari kru hingga sesama pemain.
Dalam pandangannya, dirinya hanyalah medium yang memantulkan cahaya dari karya dan orang-orang di sekitarnya.









