C-DramaDrama & Film

Cheng Yi dan Lin Gengxin Bintangi Drama Baru ‘Liang Jing Shi Wu Ri’

481
×

Cheng Yi dan Lin Gengxin Bintangi Drama Baru ‘Liang Jing Shi Wu Ri’

Sebarkan artikel ini
Cheng Yi dan Lin Gengxin Bintangi Drama Baru 'Liang Jing Shi Wu Ri'
Photo via Cheng Yi Studio, Lin Gengxin Studio.

Overseasidol.com β€” Drama sejarah Tiongkok Two Capitals, Fifteen Days (Liang Jing Shi Wu Ri) yang dibintangi oleh Cheng Yi, Lin Gengxin, dan Jiang Xinghao saat ini tengah menjalani proses syuting dan menarik perhatian publik.

Serial ini diadaptasi dari novel populer karya Ma Boyong dengan judul yang sama, yang dikenal dengan gaya penceritaan sejarah penuh ketegangan dan detail.

Scroll untuk Melanjutkan Membaca

Kisahnya berlatar pada Dinasti Ming awal, tepatnya pada tahun pertama era Hongxi. Cerita berfokus pada sebuah perjalanan berbahaya sepanjang Terusan Besar yang harus ditempuh dalam waktu lima belas hari.

Putra Mahkota Zhu Zhanji diperintahkan untuk melakukan inspeksi ke Nanjing, namun setibanya di sana ia justru terjebak dalam sebuah konspirasi besar dan menjadi target serangan mematikan.

Dalam kondisi genting dan dengan kabar bahwa Kaisar Renzong tengah sekarat, sang Putra Mahkota harus segera kembali ke Beijing demi mencegah kekacauan politik.

Dalam pelariannya, Zhu Zhanji diselamatkan oleh Wu Dingyuan, seorang pemburu kriminal muda yang pada awalnya hanya tertarik pada imbalan uang.

Perjalanan mereka kemudian mempertemukan mereka dengan Yu Qian, seorang pejabat kecil yang mengetahui identitas sang Putra Mahkota dan memilih untuk setia membantu.

Mereka juga bergabung dengan Su Jingxi, seorang dokter perempuan misterius yang ingin mengungkap kebenaran di balik kematian sahabatnya.

Keempat tokoh ini, masing-masing dengan kepentingan dan rahasia sendiri, harus bekerja sama menghadapi pengejaran tanpa henti dari organisasi rakyat bernama Lotus Society.

Sepanjang perjalanan dari Nanjing menuju Beijing, mereka menghadapi berbagai krisis, mulai dari jebakan penjara air di Yangzhou, konflik buruh di bendungan Huai’an, hingga konfrontasi berbahaya dengan dalang di balik semua kekacauan di Jinan.

Pengkhianatan dan ancaman datang silih berganti, namun pengalaman ekstrem ini perlahan mengubah pandangan hidup mereka.

Pada akhirnya, perjalanan tersebut tidak hanya menyelamatkan situasi politik, tetapi juga membuat para tokohnya memahami diri mereka sendiri, satu sama lain, dan arti tanggung jawab terhadap negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *