Dee Hsu Diduga Siratkan Dukungan Kemerdekaan Taiwan, Beberapa Merek Putuskan Kerjasama!

  • Bagikan

Overseasidol.com — Baru-baru ini, Dee Hsu tersandung isu dukungan kemerdekaan Taiwan yang memicu kontroversi di kalangan netizen Tiongkok.

Kabar ini dimulai dari hasil pertandingan olimpiade cabor bulu tangkis putri antara Chen Yufei (Tiongkok) melawan Tai Tzu-ying (Chinese Taipei).

Usai kemenangan Chen Yufei, banyak warganet Tiongkok menyorakkan kemenangan untuk sang atlet begitu pula Tai Tzu-ying.

Namun tingkah Dee Hsu memicu kontroversi karena dirasa hanya berpihak pada pemain Chinese Taipei.

Dalam akun Instagramnya, ia menuliskan kalimat isarat dengan foto Tai Tzu-ying, “Meskipun ini adalah kekalahan yang luar biasa, saya hampir mati tiba-tiba,”.

Pernyataan tersebut menyebabkan ketidaknyamanan di kalangan netizen Tiongkok.

Netizen menemukan bahwa sebelumnya kakak dari Barbie Hsu itu telah beberapa kali menuliskan kata-kata tersirat semacam itu.

Sebelumnya saat Tai Tzu-yin menang di semifinal, Dee juga berkomentar untuk mengajak semua pemain makan.

“Suamiku berkata bahwa dia ingin mengundang semua ‘pemain nasional’ untuk makan di rumah,” tulisnya.

Kata ‘pemain nasional’ dalam cuitan artis yang kerap disapa Xiao S itu dianggap hanya mengacu untuk para atlet Chinese Taipei atau Taiwan.

Para netizen pun makin tidak puas dengan beberapa pernyataan tersirat dari akteis cantik tersebut.

Dilansir dari 163.com, Dee diketahui kerap memberikan ‘suka’ ke beberapa postingan atlet Chinese Taipei yang memiliki nasionalisme terhadap Taiwan yang tinggi.

Warganet Tiongkok pun menjuluki Xiao S sebagai artis bermuka dua, yang terlihat mendukung gerakan ‘One China’ sekaligus ‘Kemerdekaan Taiwan’.

Karena perilaku ini, beberapa merek langsung memutuskan kerja sama atau kontrak dengannya.

Merek ‘Clear’ menjadi yang pertama memutuskan kerja sama dengan Dee Hsu maupun putrinya, Elly.

Merek pakaian JORYA juga langsung memutuskan kontrak mereka dengan Elly Hsu.

Isu ini sangat sensitif karena Tiongkok menentang perpecahbelahan dan menjunjung tinggi ‘One China’.

  • Bagikan