Overseasidol.com — Aktris asal Thailand Junji Junjira akhirnya menanggapi rumor yang beredar soal dirinya yang disebut ingin cepat menikah dengan kekasihnya, Mario Maurer, setelah beberapa kali terlihat berebut bunga di acara pernikahan.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Junji menjelaskan bahwa dirinya suka menangkap bunga bukan karena ingin menikah cepat, tapi hanya untuk ikut bersenang-senang dan mendukung pasangan pengantin.
“Kadang tidak ada yang mau ambil buket bunga, jadi saya bantu saja. Ini seperti permainan kecil yang menyenangkan,” ujarnya sambil tertawa. “Saya sudah dapat lebih dari sepuluh buket, tapi bukan berarti saya ingin menikah segera,”.
Meski begitu, Junji mengaku sempat merasa tertekan karena komentar warganet yang menudingnya “terlalu ingin menikah”.
Beberapa komentar bahkan membuatnya berpikir ulang tentang masa depannya.
“Saya belum merasa terburu-buru. Saya dan Mario bahagia dengan kehidupan kami sekarang. Kalau menikah lebih lambat dari orang lain, itu tidak masalah. Saya baru 30-an, dan saat ini ingin fokus bekerja dulu. Ekonomi juga sedang sulit, jadi saya ingin menabung,” katanya jujur.
Junji juga membela Mario yang sering dikritik karena dianggap cuek di depan media.
“Mario bukan tipe yang suka menunjukkan kasih sayang di depan publik, tapi itu bukan berarti dia tidak perhatian. Tolong jangan salah paham dan jangan memarahi dia. Dia hanya ingin fokus bekerja dan menikmati hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya dan Mario sudah membicarakan masa depan bersama secara pribadi.
“Kami tidak terburu-buru menikah dan tidak ingin saling memberi tekanan. Sekarang kami ingin menikmati hidup dan pekerjaan dulu,” tutur Junji.
Menariknya, Junji Junjira juga mengungkap bahwa ia telah melakukan proses pembekuan sel telur untuk persiapan di masa depan.
“Saya tidak khawatir soal menikah, tapi lebih khawatir tentang punya anak di kemudian hari. Saya sudah melakukan freeze egg, tapi beberapa orang bilang nanti kualitasnya bisa menurun. Tapi saya rasa itu lebih penting daripada pesta pernikahan,” jelasnya.
Junji menutup dengan pesan penuh semangat. “Kami saling mendukung dan berusaha tidak memberi tekanan satu sama lain. Saya pernah mengalami masa sulit saat ayah saya sakit dan biaya pengobatan tinggi. Sekarang saya hanya ingin bekerja keras dan fokus pada kehidupan. Kalau waktunya tiba, semuanya akan berjalan dengan sendirinya,”.









