Disebut Terlilit Hutang, Aktor Hong Kong Steven Cheung Buka Suara soal Kondisi Ekonomi

M. Mujibburohim
Aktor Hong Kong Steven Cheung Buka Suara soal Kondisi Ekonomi
Photo by Weibo.
A-AA+A++

Overseasidol.com — Mantan anggota boyband BOY’Z dan artis TVB, Steven Cheung, belakangan kembali jadi sorotan publik setelah sering mengeluhkan kesulitan keuangan di media sosial.

Istrinya, Wenwen, bahkan mengungkap bahwa keluarga mereka saat ini tengah menghadapi tekanan dari pihak penagih utang.

Dalam sebuah wawancara dengan media daring baru-baru ini, Steven menjelaskan situasi terkini dan membantah sejumlah kesalahpahaman publik.

Steven mengaku bahwa kebutuhan rumah tangga mereka cukup besar, dengan pengeluaran bulanan yang melebihi 30.000 dolar Hong Kong.

Salah satu beban terbesarnya adalah susu formula khusus untuk anak-anaknya yang memiliki masalah pencernaan dan hanya bisa mengonsumsi produk tertentu.

Ia juga mengaku telah mencoba mendaftar rumah susun bersubsidi, namun prosesnya memakan waktu lama.

“Saya sudah ajukan, tapi harus tunggu. Kalau untuk orang tua dan single parent saja bisa sampai tiga atau empat tahun, apalagi saya,” jelasnya.

Ia turut mengungkap kondisi kesehatan istrinya yang lemah, terutama di bagian jantung, sehingga ia berusaha sebisa mungkin meringankan beban sang istri.

“Saya pernah kerja dari jam 8 pagi sampai 10 malam. Kalau selesai kerja lebih awal, saya langsung jemput anak sekolah,” katanya.

Steven pun berterima kasih kepada para ibu yang telah menyumbangkan mainan bekas untuk anak-anaknya.

Ia juga menyebut pengalaman membawa keluarganya ke Disneyland baru-baru ini hanya mungkin terjadi berkat pemberian tiket tahunan dari seorang warganet.

Ia berharap warganet bisa lebih berempati dan berhenti menyerang mereka secara daring.

Steven Cheung, yang lahir pada 10 November 1984 di Hong Kong dan memiliki darah campuran Tionghoa-Belanda, dikenal sebagai penyanyi dan aktor.

Pada November 2024, ia sempat terlihat bekerja sebagai tukang pipa di jalanan Hong Kong, dan sebelumnya beberapa kali meminta bantuan donasi kepada publik melalui media sosial.