Ditekan Pemerintah, Tencent Akhirnya Lepaskan Hak Musik Eksklusif ke Pemilik Lagu

tencent music
foto via Yicai.com.

Pemerintah menjatuhkan denda kepada Tencent sebesar 500 ribu yuan atau sekitar 1,1 miliar rupiah atas perilaku monopoli pasar musik ini.

Tencent harus memusatkan usaha sesuai dengan undang-undang, beroperasi sesuai dengan hukum dan peraturan, dan membangun serta meningkatkan  partisipasi yang adil dalam persaingan pasar kedepannya.

Pada tanggal 23 Agustus 2021, Tencent telah mengirimkan surat pemutusan kontrak tentang perjanjian musik eksklusif dengan pihak terkaitnya.

Perusahaan raksasa Tiongkok tersebut dengan tegas melepaskan hak cipta musik eksklusifnya kepada pihak terkait terkait.

Mereka juga memberi tahu bahwa pihak terkait tersebut dapat mengotorisasi musiknya ke platform musik lainnya.

Sebelumnya dikabarkan Tencent Music menguasai pasar dengan memiliki 3 platform musik digital populer yaitu QQ Music, Kugou Music, dan Kuwo Music.

Seluruh penyanyi yang hanya bekerja sama dengan Tencent berarti lagunya dapat diputar di ketiga aplikasi tersebut dan melarang perilisan di platform lain.

Dilansir dari yicai.com, China Music didirikan oleh penggabungan platform Kugou Music dan Kuwo Music.

Tencent membeli 61,6 persen saham di perusahaan tersebut dan memasukkannya dengan platform streaming musik miliknya mereka QQ Music untuk membentuk Tencent Music pada Juli 2016.

Setelah merger, Tencent secara eksklusif memiliki lebih dari 80 persen perpustakaan musik dan  memungkinkannya untuk mencapai lebih banyak kesepakatan hak cipta eksklusif dengan pemilik lagu.

Ini merupakan angin segar banyak lagu Tiongkok untuk dirilis di platform musik lain termasuk situs internasional seperti Spotify dan JOOX.