Overseasidol.com — Pada tanggal 20 Mei, grup idola baru naungan Sony Music Hong Kong “IDOL GIRLS” resmi memperkenalkan anggota trainee generasi pertama.
Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa konsep grup ini adalah trainee, di mana mereka dilatih dalam proses bukanlah idola yang telah dipersiapkan debut.
Oleh karena itu, meskipun para anggota belum memiliki lagu orisinal sendiri, proyek ini berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya khusus mereka di masa depan.
Dalam pertunjukan tersebut, para trainee membawakan ulang lagu-lagu dari girl group Hong Kong terdahulu sebagai bentuk penghormatan, termasuk karya dari As One, Hotcha, Super Girls, dan Cookies.
Berbeda dari banyak kompetisi hiburan lainnya, “Idol Girls” tidak mengusung sistem eliminasi. Sebaliknya, proyek ini berfokus pada proses pembinaan dan pengembangan bakat secara menyeluruh.
Selain akan membuka rekrutmen untuk trainee generasi kedua, sistem ini memungkinkan trainee untuk debut dalam berbagai unit ketika telah memenuhi kriteria yang ditentukan, sambil tetap mempertahankan identitas sebagai bagian dari grup utama.
View this post on Instagram
Proyek ini juga rutin mengadakan penampilan publik sebagai sarana latihan nyata, seperti yang telah dilakukan dalam acara Just Sing Live in Wonderland dan peluncuran media di Hollywood Plaza.
Semua penampilan ini menjadi ajang pelatihan berharga bagi para peserta, terutama untuk merasakan secara langsung sambutan dan interaksi dari publik.
Penyelenggara juga menegaskan pentingnya transparansi dan perlindungan, terutama terhadap anggota yang masih di bawah umur.
Semua peserta di bawah usia 18 tahun telah mendapatkan persetujuan tertulis dari orang tua mereka, bahkan beberapa anggota dewasa juga disertai dukungan penuh dari keluarga.
Menanggapi kontroversi online mengenai kemiripan salah satu anggota termuda (14 tahun) dengan seorang aktor senior, penyelenggara menyampaikan ketidaknyamanan mereka terhadap komentar tersebut, dan langsung memberikan perhatian serta dukungan emosional kepada anggota tersebut dan keluarganya.
Pernyataan publik yang disampaikan sang produser di atas panggung sempat menimbulkan diskusi daring.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa maksud utamanya adalah ingin menunjukkan bahwa para idola ini bukan hanya tampil di layar kaca, tapi juga bisa hadir di tengah masyarakat untuk menyemangati publik, terutama di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah.
Menariknya, meski belum resmi debut, para trainee sudah diundang tampil di berbagai acara besar seperti pertandingan Manchester United vs Hong Kong (30 Mei), The Nextwave Music Festival di Discovery Bay (6 Juli), dan festival musik James Ting Y2K (12 Juli).
“Idol Girls” ingin mengubah persepsi masyarakat Hong Kong yang selama ini hanya mengenal model musisi konvensional.
Dengan mengedepankan konsep idol seperti di Jepang dan Korea Selatan, proyek ini ingin menghadirkan kultur idola lokal yang baru dan orisinal dari Hong Kong dimulai dari nol.



