He Luoluo R1SE Diserang Usai Nyanyikan Soundtrack Kartun yang Dianggap Plagiat

  • Whatsapp
He Luoluo R1SE
He Luoluo R1SE dalam promos lagu "Shuke Beita 2020" - foto (Weibo/HeLuoluo).

Overseasidol.com — He Luoluo member boy grup R1SE baru-baru ini diserang oleh netizen usai menyanyikan lagu soundtrack sebuah kartun.

Pada tanggal 18 Agustus, He Luoluo R1SE merilis sebuah lagu tema dari kartun bertajuk “Shuke Beita 2 (舒克贝塔2020)”.

Bacaan Lainnya

Namun hal ini menimbulkan kontroversi usai muncul kabar bahwa lagu soundtrack tersebut dicurigai merupakan hasil plagiat.

Menurut laporan media, lagu Shuke Beita 2020 dianggap melakukan peniruan terhadap lagu “Mingtian Ni Hao (明天你好) milik penyanyi duo Milk Coffee (牛奶咖啡).

Dikutip dari Sina Ent, pihak Milk Cofee sendiri telah mendengar hal ini dan membuat pernyataan mereka.

“Sekarang beberapa orang menggunakan plagiarisme untuk memfitnah kami. Tolong jangan gunakan cara apa pun untuk mendorong lagu baru atau memposting karya baru”, tulis mereka.

Boy grup R1SE telah membuat balasan sebelumnya dalam akun Weibo mereka.

Sebagai penyanyi yang diundang, Luoluo dan perusahaan menganjurkan untuk mendukung orisinalitas dan menghormati hak cipta. Mengenai kekhawatiran publik tentang sengketa saat ini, perusahaan kami telah berkomunikasi dengan pihak yang mengundang. Kami juga menginformasikan bahwa He Luoluo sendiri menghormati prinsip hak cipta asli.

He Luoluo pun merespon kejadian ini dengan mengatakan, “Hargai musik yang bagus dan orisinal”.

Sebelumnya, Milk Coffee telah menyindir He Luoluo dalam Weibonya dengan mengatakan, “Ciptakan musik, dan jadilah orang yang baik”.

Hal tersebut diduga sebagai respons terhadap lagu baru He Luoluo “Shuke Beita” yang dianggap menjiplak lagu mereka.

Sang produser lagu Suke Beita 2020, Li Jia langsung turun tangan atas hal ini. Ia langsung memberikan pernyataan  dalam akun Weibonya.

Ia menyangkal bahwa terdapat plagiarisme di lagu Shuke Beita 2020. Li Jia juga memposting perbandingan dua lagu tersebut.

“Ada perbedaan ritme yang signifikan di antara keduanya, dan nada serta jumlah nada juga berbeda”, ungkap Li Jia.

“Saya sangat menghormati orisinalitas dan bersedia berkomunikasi dengan baik dengan Milk Cofee mengenai masalah ini”, lanjutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *