Inilah Alasan China Melarang Program Survival yang Debutkan Grup Idol

  • Bagikan
PRODUCE 101 China program survival
Photo: PRODUCE 101 China.

Overseasidol.com — Administrasi Radio dan Televisi Nasional China telah mengeluarkan pemberitahuan pada tanggal 2 September yang menutup acara pelatihan idola berbentuk reality show kompetitif yang mengadu calon bintang satu sama lain.

Acara ini mengusung konsep bahwa pemenang akan menjadi idola terbaru China. Pihak berwenang melakukan larang ini dengan meminta platform TV dan streaming untuk berhenti menayangkannya.

Tiongkok memiliki program survival seperti Idol Produce (Youth with You) dan Produce 101 China (CHUANG) yang sangat populer.

Program survival seperti itu diduga membuat kerusuhan antar fandom dan juga menimbulkan perilaku tak wajar para penggemarnya.

Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya untuk membawa transparansi dan kejujuran ke industri penggemar, yang menderita akibat manipulasi pencarian media sosial, voting penggemar.

Beberapa penggemar bahkan sengaja menghasut fans lain yang bertujuan menghasut perselisihan di antara penggemar berbagai idola.

Tiongkok juga mengecam penggemar yang menghabiskan uang selangit untuk memanjakan idola favorit mereka dengan hadiah mewah.

Beberapa orang dalam mengatakan bahwa kekacauan dalam industri penggemar tidak dapat dihindari di era media sosial karena beberapa idola muda saat ini hanya dapat tetap menjadi pusat perhatian dengan mengandalkan dukungan penggemar.

Seperti mendorong penggemar untuk memilih mereka di berbagai jajak pendapat, sebagai gantinya. tergantung pada bakat yang sebenarnya.

Seorang fans bernama Jasmine Ma mengatakan, “Kami memiliki pekerjaan yang berbeda di dalam klub penggemar. Beberapa orang bertugas mengumpulkan uang untuk membeli hadiah pada acara-acara khusus idola kami,”.

“Beberapa orang lain, termasuk saya, melakukan pekerjaan mengunggah, memposting konten tentang dia di Weibo, Douban, dan sebagainya,” ungkapnya lagi kepada Global Times, Rabu.

Yi Yun, seorang netizen, mengatakan kepada Global Times pada hari Rabu bahwa banyak penggemar yang dia kenal secara online hanya berusia sekitar 13 atau 14 tahun.

Mereka memiliki banyak uang saku untuk membantu meluncurkan idola mereka ke puncak daftar bintang yang berpengaruh di media sosial dan suatu platform.

Da Qi (nama samaran), seorang netizen, mengatakan kepada Global Times bahwa dia pernah sangat terlibat dalam aktivitas penggemar selama penayangan variety show Tiongkok Youth With You Season 3, yang akhirnya dibatalkan.

Dilaporkan program CHUANG dan Youth with You memiliki jenis voting yang berasal dari produk sponsor yaitu minuman susu.

Di dalam minuman tersebut terdapat kode QR yang dilakukan untuk memberikan suara tambahan agar idola merea bisa memiliki peringkat tinggi.

Klub untuk membeli kotak susu dengan kode QR khusus untuk mendukung kontestan favorit mereka.

Dalam ketergesaan untuk mendapatkan voting lebih banyak, penggemar membeli ratusan kotak susu, lebih dari yang bisa mereka minum.

Namun berita di internet membuat orang prihatin dan kesal, minuman susu yang dibeli oleh penggemar dibuang ke selokan dan hanya diambil kode votingnya saja.

“Saya pernah membeli sekotak susu untuk mendukung peserta pelatihan favorit saya, tetapi saya tidak tahu mereka akan menuangkan susu ke saluran pembuangan.

Karena kami penggemar biasa hanya bertugas mengumpulkan dana dan pemimpin klub penggemar bertanggung jawab untuk menangani votingnya,” kata Da Qi.

Karena hal ini Tiongkok melarang pemberian voting dari penggemar untuk acara kompetisi lainnya dan melarang penggemar menggalang dana.

Ini bukan pertama kalinya pemerintah China masuk untuk mengendalikan reality show yang kompetitif.

Sebelumnya pada tahun 2006, perintis pertunjukan idola bernyanyi China Super Girls dibatalkan setelah sistem voting penggemar yang memiliki dampak negatif yang sama.

Tiongkok juga melarang pembuatan daftar ranking popularitas selebriti karena kekacauan di lingkarang penggemar ini.

Tren idola dari Korea Selatan dan Jepang juga dianggap sebagai masukan tren budaya yang terlalu dikapitalisasi selama lokalisasi di Tiongkok.

  • Bagikan