Overseasidol.com — Influencer sekaligus streamer Nikita Huang Yiming dilaporkan masuk dalam daftar pembatasan konsumsi tinggi setelah dinilai tidak memenuhi kewajiban pembayaran sesuai putusan hukum yang telah berlaku.
Berdasarkan data dari aplikasi informasi perusahaan, permohonan pembatasan tersebut diajukan oleh Hangzhou Liuzhizhu Technology Co Ltd.
Sebelumnya, pada Februari tahun ini, Huang Yiming juga telah dieksekusi untuk membayar lebih dari 550 ribu yuan atau sekitar 1,3 miliar rupiah terkait kasus yang sama.
Kasus ini bermula dari konflik kontrak kerja antara Huang Yiming dan perusahaan sebelumnya.
Dalam beberapa siaran langsung, ia sempat mengungkapkan bahwa dirinya merasa dirugikan setelah bergabung dengan perusahaan tersebut.
Ia mengklaim bahwa saat bergabung, dirinya menjadi satu-satunya streamer aktif, sementara perusahaan memanfaatkan kondisi keuangannya yang mendesak untuk menandatangani kontrak dengan klausul penalti tinggi.
Ketika mencoba mengundurkan diri demi mencari peluang lain, Huang Yiming justru digugat oleh perusahaan dan dituntut membayar kompensasi hingga 1,2 juta yuan.
Namun, jumlah tersebut disebut sebagai tuntutan pihak perusahaan dan belum tentu menjadi putusan akhir pengadilan.
Dalam perkembangan hukum yang lebih luas, Huang Yiming juga sempat mengajukan gugatan terhadap Hangzhou Xuanle Technology Co Ltd dan Hangzhou Liuzhizhu Technology pada Desember 2024 terkait sengketa kontrak.
Kasus tersebut disidangkan pertama kali pada Februari 2025 di Pengadilan Rakyat Distrik Binjiang, Hangzhou.
Tidak lama kemudian, pihak perusahaan mengajukan gugatan balik terhadap dirinya, dan persidangan lanjutan digelar pada Agustus di tahun yang sama.






