Efek Pandemi COVID-19, Banyak Penikmat Musik JPOP Beralih dari CD ke Layanan Streaming

  • Whatsapp

Overseasidol.com — Penimat musik JPOP dikabarkan mulai beralih dari CD ke layanan streaming online musik sejak pandemi COVID-19 menyerang.

Banyak penjualan single atau album baru para musisi dan seniman Jepang yang mengalami cukup penurunan sejak situasi saat ini.

Seperti yang diketahui, CD merupakan format musik paling populer di negeri sakura itu dan menyumbang penjualan 70% penjualan industri rekaman.

Banyak negara telah beralih ke layanan streaming musik secara online yang dinilai lebih praktis dan terjangkau, tapi hal ini sepertinya akan segera diikuti oleh penikmat musik JPOP.

Dikutip dari japantimes, layanan streaming menyumbang kurang dari 10% penjualan musik di Jepang hingga dan tumbuh menjadi 15% tahun lalu dan kemungkinan melebihi 20% tahun 2020 ini, kata Jamie MacEwan, yang meliput bisnis media Jepang untuk Enders Analysis.

Tower Records toko penjual CD musik di Jepang yang memiliki 80 cabang tersebar di berbagai kota mengungkap bahwa adanya kemerosotan serius akibat pandemi.

COVID-19 membuat banyak orang khawatir untuk keluar dari rumah untuk membeli CD. Selain ekonomi yang merosot beberapa waktu lalu, Tower Records juga beralih menjadi toko online.

Selain itu banyak artis yang mendunda perilisan single atau album karena larangan kegiatan promosi skala besar melibatkan banyak orang saat pandemi.

Menurut MacEwan, Jepang akan turut mengikuti perubahan dunia yang beralih dari CD menuju single digital. “Titik persilangan di mana total pendapatan digital melebihi produksi fisik sekarang tinggal menunggu waktu,” ungkapnya.

Peralihan ini digadang akan mengakibarkan ruginya toko CD tersebut, tapi juga dapat menandakan pertumbuhan yang lebih besar untuk layanan streaming seperti Amazon dan Spotify.

“Penggemar musik di sini suka membeli CD untuk menunjukkan dukungan kepada artis favorit mereka. Saya tidak berpikir orang akan berhenti membeli CD,” ungkap salah seorang juru bicara toko CD, Tatsuro Yagawa.

Salah satu alasan banyak penggemar musik JPOP membeli CD ialah berbagai bonus seperti prioritas pembelian tiket konser, acara jabat tangan, dan lainnya.

Sejauh ini, penjualan CD ditopang oleh kurangnya layanan streaming baru karena perusahaan rekaman berusaha menghindari penjualan fisik yang mengkanibal.

Kini banyak artis terkenal Jepang yang mulai membuka akun di platform streaming Spotify seperti Arashi, AKB48, dan lainnya.

Namun sepertinya Jepang akan memiliki platform layanan musik streaming seperti LINE Music, AWA, dan RecoChoku yang mungkin memiliki keuntungan yang ditujukan untuk penggemar J-pop.

“Ini akan mencegah munculnya duopoli Apple-Spotify seperti yang terlihat di tempat lain,” kata MacEwan dilansir dari sumber yang sama.

Apakah Jepang akan beralih ke layanan pemutar musik online? Kita tunggu saja di tahun-tahun mendatang!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *