Overseasidol.com — Pada tanggal 25 September, Administrasi Radio dan Televisi Nasional Tiongkok (NRTA) mengumumkan revisi Peraturan Manajemen Drama Televisi.
Wakil Direktur Han Dong menegaskan adanya “Tiga Ketegasan” yaitu mencegah hiburan berlebihan, membatasi gaji artis yang selangit, serta menolak keras selebritas yang terlibat pelanggaran hukum maupun skandal moral.
Aturan baru ini secara khusus menyoroti tiga kategori artis yang akan dibatasi.
Pertama, mereka yang memiliki catatan kriminal seperti narkoba, prostitusi, atau penggelapan pajak. Kedua, mereka yang dianggap melanggar norma sosial. Ketiga, artis dengan sikap politik yang bermasalah.
NRTA juga menetapkan batasan tegas terkait gaji pemain. Total bayaran aktor tidak boleh melebihi 40% dari biaya produksi, dan pemeran utama hanya boleh menerima maksimal 70% dari total tersebut.
Kebijakan ini diharapkan mampu menata kembali pasar dan menciptakan ekosistem perfilman yang sehat.
Kebijakan ini muncul di tengah maraknya kontroversi selebritas. Aktor Taiwan Chu Chung-heng diganti dalam sebuah drama panggung di Beijing karena masa lalunya terkait narkoba.
Penyanyi Hong Kong William So juga batal menggelar konser di Wenzhou akibat kasus narkoba 23 tahun lalu.
Sementara itu, aktor Tiongkok Li Yifeng dilarang tampil setelah kasus prostitusi dan menghadapi denda kontrak internasional sebesar 49,9 juta yuan.
Meski begitu, warganet masih mempertanyakan konsistensi standar penegakan aturan.
Mereka menyinggung nama Zhang Han dan Nicholas Tse yang pernah terseret kasus hukum, tetapi hingga kini masih aktif di dunia hiburan.
Dilaporkan bahwa aktor Zhang Han sebelumnya terlibat dalam insiden menyeret seorang polisi lalu lintas.
Nicholas Tse juga sebelumnya terlibat dalam kasus kecelakaan mobil, namun tetap aktif di industri hiburan.
Perdebatan mengenai penilaian penerapan standar ganda dalam blacklist artis bermasalah ini pun terus ramai dibicarakan publik.








