Platform Musik China Tuai Sorotan Karena Bisa Beli Satu Lagu Berulang Kali

  • Bagikan
platform musik china

Overseasidol.com — Platform musik China kini tengah berkembang sangat pesat hingga muncul banyak pilihannya antara lain QQ Music, Kugou Music, NetEase Music, Migu Music, hingga Weibo Music.

Saat ini para penyanyi maupun artis Tiongkok yang meluncurkan single atau album bisa menjual karya mereka secara digital melalui platform tersebut.

Dengan kemudahan pembelian dan harga yang terjangkau untuk satu lagunya, fans dapat mendengarkan musik secara legal di platform kesayangan mereka.

Namun baru-baru ini, platform musik menuai sorotan karena memiliki fenomena aneh untuk pembelian sebuah lagu.

Dilansir dari sohu.com, ada fenomena aneh di bidang musik digital Tiongkok di mana akun pengguna yang sama bisa berulang kali membeli lagu yang sama.

Karena hal tersebut frekuensi penjualan sebuah lagu dari penyanyi dapat mencapai puluhan hingga ratusan ribu kali untuk sebuah akun saja.

Dengan kata lain, kamu bisa membeli dan mendengarkan lagu seharga 2 yuan tapi kamu dapat membelinya hingga ratusan ribu yuan untuk lagu yang kamu sudah beli tadi.

Berbeda dengan kamu yang berlangganan sebuah platform drama, metode pembayaran tidak akan ada lagi jika sudah melakukan pembelian keanggotaan.

Platform musik luar negeri seperti iTunes pun jika sudah membeli lagu kamu tidak akan dapat membelinya kembali.

Pada platform seperti NetEase Music, Kugou Music dan QQ Music, setelah akun membeli sebuah lagu, metode pembayaran untuk lagu tersebut masih ada lagi.

Tidak hanya itu, halaman penjualan lagu tersebut juga mencantumkan daftar berupa chart akun teratas pertama, kedua, dan ketiga sesuai dengan jumlah pembelian terbanyak.

Bahkan di chart tersebut, ada sebuah akun yang telah membeli album yang sama hingga 320.000 kali dan menghabiskan ratusan ribu yuan.

Oleh sebab itu di Tiongkok sangat lumrah dijumpai klub penggemar seorang artis yang melakukan penggalangan donasi untuk membeli karya idola mereka.

Fenomena ini disebut sebagai ‘Pembayaran Emas’ yang sangat menjamur saat ini di platform musik digital.

Pakar kekayaan intelektual percaya bahwa manfaat pembelian berulang album oleh penggemar untuk mengalahkan tangga lagu artis lain adalah keuntungan yang tidak pantas dilakukan.

Ini berbeda dengan pembelian berulang atas CD fisik yang sama. Mereka yang telah memperoleh hak properti seperti bonus dari CD yang didapatkan.

  • Bagikan