NetizenSkandal & Kontroversi

Poi Patchayamon Akui Pernah Ingin Menjalin Hubungan dengan Junho 2PM Usai Putus Dengan Build Jakapan

2287
×

Poi Patchayamon Akui Pernah Ingin Menjalin Hubungan dengan Junho 2PM Usai Putus Dengan Build Jakapan

Sebarkan artikel ini
Poi Patchayamon
Poi Patchayamon

Overseasidol.com – Poi, salah seorang penulis yang sedang mempunyai masalah dengan Build Jakapan kini kembali menuai kencaman dari netizen.

Bukan hanya netizen yang mendukung Build Jakapan, tetapi kini Poi harus berhadapan dengan netizen penggemar Kpop khususnya adalah penggemar dari boy grup 2PM.

Advertisement
Scroll Ke Bawah untuk Terus Membaca

Pasalnya, dalam sebuah rekaman percakapan telepon antara Build Jakapan dan Poi, sambil menangis Poi mengakui bahwa dirinya ingin mempunyai suatu hubungan dengan Junho 2PM namun hatinya tidak bisa melupakan Sosok Build Jakapan.

Entah ini hanya sensasi atau memang Poi sedang berada di dunia lain, tetapi pernyataan dari dirinya sendiri membuat banyak netizen menghijatnya.

Berbagai macam reaksi diberikan oleh netizen, banyak yang menduga bahwa Poi tertekan karena banyak di hujat oleh penggemar Build sehingga Poi memutuskan untuk mencari sensasi baru.

Hal ini membuat nama Poi menjadi bahan perbincangan di kalangan penggemar kpop terutama HOTTEST yang merupakan fandom dari boy grup 2PM.

Sensai yang dibuat oleh Poi kini menjadi drama baru yang diperankan oleh Poi untuk meyakinkan netizen bahwa dirinya benar dan mempengaruhi agar semua menyalahkan Build Jakapan.

Terungkapnya kehaluan dari Poi ini beredar luas usai sebuah akun jurnalis asal Thailand dengan nama samaran ‘Red Skull’ membocorkan sebuah audio berdurasi 2 menit 11 detik.

Dalam audio tersebut, Poi sambil menangis bercerita kepada Build Jakapan dan hal ini langsung tersebar luas serta menjadi bahan olok-olok leh penggemar yang tidak suka terhadap sikap Poi.

Sebelumnya, Poi mengaku Build membocorkan naskah nya dan mendapat kekerasan hingga di peras oleh aktor tampan Build Jakapan yang menyebabkan masalah besar dan Build Jakapan pun harus keluar dari perusahaan.

sumber: