Overseasidol.com — Aktris ternama Tiongkok, Dilraba Dilmurat, menulis pesan panjang yang menyentuh hati sebagai salam perpisahan untuk karakter Nie Jiuluo dalam drama “Love on the Turquoise Land”.
Dalam tulisannya, ia mengungkapkan bahwa perjalanan memerankan tokoh tersebut membuatnya memahami ketulusan, keberanian, dan keteguhan hati yang dimiliki Nie Jiuluo.
Ia berharap para penonton juga bisa menemukan keberanian dan kebebasan dalam hidup masing-masing.
Dilraba mengenang hari-hari ketika dirinya “menemani” Jiuluo melewati dunia Qingrang, masa yang disebutnya terasa masih begitu dekat.
Ia menggambarkan bagaimana Jiuluo pada awalnya hanya ingin hidup sebagai orang biasa, sibuk dengan seni patung dan buku catatan bintangnya, menjauh dari dunia penuh konflik.
Namun takdir memaksanya kembali memikul senjata demi melindungi orang-orang yang ia sayangi.
Dilraba menulis bahwa Jiuluo bukanlah sosok yang memiliki kekuatan luar biasa sejak awal; ia hanyalah perempuan yang mengandalkan keberanian dan kemauan keras untuk terus bertahan.
Walau penuh bahaya, Jiuluo selalu menghadapinya tanpa mundur sedikit pun.
Di balik sikapnya yang kerap dingin, ia sebenarnya berhati paling hangat merasa bersalah atas luka teman, diam-diam memerhatikan kesehatan orang lain, hingga rela mempertaruhkan keselamatannya untuk menyelamatkan rekan satu tim.
Perubahan Jiuluo dari seseorang yang ingin menjauh dari pertikaian menjadi sosok yang berdiri tegar mengakui identitas “Mad Blade” membuat Dilraba begitu bangga.
Jiuluo akhirnya menemukan makna tanggung jawab, bukan sebagai beban, tetapi sebagai kekuatan yang membuatnya semakin tegar.
Saat kembali ke kehidupan asalnya, Jiuluo mendapat lebih banyak cinta dan dukungan.
Ia bahkan melahirkan karya seni berjudul “Peel”, simbol kebangkitan setelah melepaskan rasa takut dan belenggu masa lalu.
Menurut Dilraba, Jiuluo mengajarkannya bahwa kebebasan sejati bukanlah pelarian, melainkan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri setelah melalui berbagai pengalaman hidup.
Dilraba menutup pesannya dengan harapan agar kehidupan Jiuluo selalu hangat bak sinar matahari di halaman kecilnya, penuh kedamaian dan kebahagiaan.
Ia juga berharap Jiuluo dan Yantuo dapat menjalani masa depan bersama, dengan cinta yang lembut dan saling mendukung.









