Overseasidol.com — Drama sejarah berskala besar “Silent Tides” resmi diperkenalkan sebagai salah satu tayangan penting untuk memperingati perayaan 26 tahun kembalinya Makau ke Tiongkok.
Serial ini diproduksi di bawah arahan Departemen Publisitas Komite Partai Provinsi Shaanxi, serta bekerja sama dengan China Media Group, iQIYI, dan China Television Drama Production Center.
Disutradarai oleh Yang Zhenyu dan ditulis oleh Huang Hui, drama ini menampilkan jajaran aktor papan atas seperti Ren Jialun, Lan Yingying, Li Chun, Tan Kai, dan Ma Qiyue sebagai pemeran utama.
Serial ini mengangkat kisah nyata dari tokoh-tokoh patriotik Makau pada masa pendudukan Jepang, di antaranya Ho Yin, Ma Man Kei, serta saudara Ke Lin, anggota Partai Komunis Tiongkok yang berjuang dalam jaringan bawah tanah.
Latar cerita berada pada periode setelah Hong Kong jatuh pada tahun 1941, ketika Makau berubah menjadi pusat intelijen internasional serta lokasi transshipment strategis berbagai barang penting dunia.
Pemerintahan kolonial Portugis yang mengaku netral, pada kenyataannya memberi ruang bagi operasi intelijen Jepang.
Dalam situasi penuh bahaya ini, pengusaha muda Ho Yin yang diperankan Ren Jialun membawa keluarganya pindah ke Makau dan tanpa sengaja terseret dalam konflik politik dan operasi rahasia.
Di Makau, Ho Yin bertemu dengan pemudi patriotik Qiao Yinwan (Lan Yingying) serta mendapatkan dukungan penuh dari istrinya Guo Qiwen (Li Chun).
Bersama agen bawah tanah Partai Komunis Ke Lin (Tan Kai) dan pengusaha patriotik Ma Man Kei (Ma Qiyue), mereka memimpin komunitas Tionghoa Makau melalui serangkaian aksi cerdas melawan tekanan Jepang.
Melalui perjuangan di bidang keuangan, perdagangan, serta jalur informasi, komunitas Makau berhasil memberikan kontribusi penting untuk mendukung perlawanan nasional Tiongkok dan perjuangan antifasis dunia.
Drama ini dikembangkan sejak 2018 dan melalui proses riset mendalam selama tujuh tahun sebelum akhirnya memulai syuting pada Maret 2025.
Struktur cerita menggunakan pendekatan multi-alur, menciptakan sudut pandang baru untuk genre drama revolusioner, sekaligus mengisi kekosongan karya televisi yang mengangkat tema perjuangan anti-Jepang di Makau.









