Terkait luka di lengan putranya, ia menjelaskan bahwa Wei Zichen memiliki kulit yang sensitif dan luka tersebut disebabkan oleh kebiasaan anaknya yang sering menggaruk kulitnya sendiri, bukan akibat tindakan kekerasan dari pihak lain.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan kepedulian kalian semua terhadap Zichen,” ujarnya.
Namun, pernyataan ini justru menuai kritikan lebih banyak pertanyaan dari warganet Tiongkok.
Banyak komentar yang menyindir pernyataan ibu Wei di media sosial karena tidak masuk akal.
“Main-main dengan teman tidak mungkin sampai seperti itu,” tulis seorang netizen.
“Kalau ini memang perundungan, jangan takut untuk berbicara, Wei Mom,” balas warganet lainnya.
Selain itu, foto yang memperlihatkan tulisan di dinding sekolah yang bernada menghina turut memicu spekulasi lebih lanjut.
Beberapa warganet juga menyampaikan simpati kepada ibu Wei Zichen, yang diduga menghadapi tekanan besar dari pihak agensi untuk meredam isu ini.
Mereka berharap sang ibu diberi keberanian untuk mengungkapkan fakta sebenarnya jika memang ada tekanan dari pihak luar.
Meskipun demikian, hingga kini agensi TF Entertainment belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.





