CPOPSkandal & Kontroversi

Zeng Yanfen Angkat Bicara Soal Masalah Ju Jingyi: Nilai SNH48 Sudah Melenceng dari AKB48

949
×

Zeng Yanfen Angkat Bicara Soal Masalah Ju Jingyi: Nilai SNH48 Sudah Melenceng dari AKB48

Sebarkan artikel ini
Zeng Yanfen Angkat Bicara Soal Masalah Ju Jingyi
Photo via Weibo.

Overseasidol.com — Mantan anggota SNH48, Zeng Yanfen, kembali menjadi sorotan setelah angkat bicara mengenai polemik yang melibatkan Ju Jingyi dan manajemen Siba Media.

Dalam pernyataannya, Zeng Yanfen menegaskan bahwa Ju Jingyi sama sekali tidak pernah melihat kontrak tambahan yang kini dipermasalahkan.

Scroll untuk Melanjutkan Membaca

Ia menyebut situasi tersebut sebagai bentuk ketidakjelasan yang merugikan artis muda dan menyayangkan praktik semacam itu.

Zeng Yanfen menjelaskan bahwa dirinya bergabung dengan grup 48 karena terinspirasi oleh nilai-nilai AKB48.

Namun, seiring waktu, ia merasa nilai yang dianut perusahaan sangat berbeda dari yang ia bayangkan.

“Saya bergabung dengan 48 karena filosofi AKB, tetapi kemudian saya menyadari nilai-nilai kami terlalu berbeda,” ungkapnya.

Ia menilai perusahaan tidak hanya memperlakukan anggota dengan keras, tetapi juga kurang menghargai para penggemar.

Menurutnya, fans sering diminta mengeluarkan banyak uang demi mendukung anggota, namun justru diperlakukan tidak manusiawi, seperti harus mengantre di bawah terik matahari saat acara jabat tangan hingga ada yang pingsan.

Ia juga mengungkap pengalaman pribadi yang membuatnya kecewa. Zeng Yanfen bercerita bahwa ia pernah dimarahi keras dan didenda ribuan yuan hanya karena menandatangani tas milik seorang penggemar, padahal gajinya saat itu hanya beberapa ribu yuan per bulan.

Selama lebih dari empat tahun tampil di teater, ia mengaku bekerja sangat keras dan menganggap teater sebagai rumah, tetapi tidak merasakan kehangatan seperti keluarga.

Yang ia terima justru tekanan mental, teguran keras, dan perlakuan tidak adil.

Lebih lanjut, Zeng Yanfen mengatakan bahwa ia pernah dituduh melakukan kekerasan meski merasa tidak pernah melakukannya.

Hukuman diumumkan secara terbuka, bahkan akses ke akun media sosialnya diubah, gaji dihentikan, dan ia merasa dipaksa untuk keluar dari grup.

Meski demikian, ia mengaku tetap berusaha memahami kondisi perusahaan karena latar belakang keluarganya yang sederhana dan rasa terima kasih atas kesempatan yang pernah diberikan.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *