Li Mingde Diputus Kontrak oleh Tim Produksi Drama ‘The Triple Echo of Time’

M. Mujibburohim
Li Mingde Diputus Kontrak oleh Tim Produksi Drama 'The Triple Echo of Time'
Foto via Weibo.
A-AA+A++

Overseasidol.com β€” Pada tanggal 5 Januari, aktor Li Mingde kembali membuat pernyataan melalui media sosial.

Ia menulis kembali sindiran untuk tim produksi dan kru dari drama barunya “The Triple Echo of Time”.

“Saya akan mengabdikan diri, hanya untuk rakyat! Saya yakin bahwa keadilan ada di hati setiap orang!

Btw: Sutradaranya sebenarnya sangat berbakat, semoga bakat itu bisa digunakan di tempat yang tepat pada kesempatan berikutnya,” jelasnya.

Bersamaan dengan pernyataannya, Li Mingde juga membagikan foto surat pemberitahuan pemutusan kontrak dari tim produksi drama tersebut.

Dalam surat tersebut, tim produksi menyatakan alasan pemutusan kontrak adalah karena Li Mingde dianggap melanggar perjanjian secara mendasar.

Tuduhan yang disebutkan meliputi: (1) Tidak menghadiri kegiatan reading naskah sesuai kesepakatan, (2) Beberapa kali meninggalkan lokasi tanpa izin dan kehilangan kontak, yang menyebabkan penundaan proses syuting, (3) Melakukan tindakan merusak properti hotel secara sengaja.

Karena pelanggaran tersebut, tim produksi memutuskan kontrak secara resmi pada tanggal 4 Januari 2025.

Li Mingde juga diminta untuk meninggalkan penginapan dalam waktu 1 hari sejak pemberitahuan ini diterbitkan.

Ia juga diminta untuk Mengembalikan biaya layanan tahap pertama sebesar 100.000 yuan atau sekitar 221 juta rupiah.

Tim produksi memintanya untuk membayar ganti rugi atas kerusakan properti hotel senilai 9.677,8 yuan dan membayar denda atas pelanggaran kontrak senilai 100.000 yuan.

Tim produksi menutup surat tersebut dengan pernyataan bahwa jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi tepat waktu, mereka akan mengambil langkah hukum untuk melindungi hak dan kepentingan mereka.

Surat ini diberi stempel resmi oleh perusahaan atau rumah produksi terkait, dengan tanggal penerbitan 4 Januari 2025.

Kontroversi ini menjadi sorotan publik dan memicu berbagai pendapat mengenai profesionalisme serta konflik di balik layar industri hiburan.