Overseasidol.com — Aktris dan produser Tiongkok Alina Zhang baru-baru ini menyampaikan pandangannya mengenai tren penggunaan aktor berbasis AI yang semakin ramai dibahas di industri hiburan Tiongkok.
Melalui unggahan di media sosial pada 23 Maret, ia menilai bahwa teknologi AI memang memiliki potensi besar, namun tetap tidak dapat menggantikan kualitas emosional manusia.
Menurutnya, AI dapat membantu dalam produksi skala besar seperti adegan massal, efek visual, atau penggambaran figuran yang bersifat standar.
Meski begitu, teknologi tersebut dinilai tidak mampu meniru pengalaman hidup nyata, kedalaman emosi, serta daya tarik kepribadian yang unik dari seorang aktor.
Alina Zhang juga menyoroti perubahan jalur karier di dunia seni peran.
Jika sebelumnya aktor biasanya meniti karier melalui pendidikan formal seni, pengalaman di lokasi syuting, hingga akhirnya meraih popularitas, kini peluang tersebut semakin menyempit.
Ia menilai aktor papan tengah menghadapi penurunan tawaran peran, sementara pendatang baru juga semakin sulit menembus industri.
Dalam pandangannya, aktor papan atas yang telah memiliki basis penggemar kuat dan karakter personal yang menonjol justru akan semakin dibutuhkan di masa depan.
Sumber daya dan proyek besar diprediksi akan lebih banyak mengalir kepada mereka.
Ia pun memberi saran bagi aktor muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun popularitas, melatih kemampuan, serta menciptakan personal branding yang kuat.
Daripada merasa cemas terhadap kemungkinan tergantikan oleh teknologi, ia mendorong generasi baru untuk fokus meningkatkan kualitas akting dan menemukan keunikan yang sulit ditiru.
“Industri hiburan selalu membutuhkan wajah baru. Jangan sampai kesempatan datang, tetapi kita belum siap,” tulisnya.
Ia juga menekankan pentingnya beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadikan AI sebagai mitra, bukan ancaman.


Tidak ada Respon