Penulis lirik ternama Jepang, Akimoto Yasushi, baru-baru ini mengungkap alasan di balik penciptaan beberapa lagu Nogizaka46 yang sempat menuai kritik dari penggemar.
Dalam program radio TOKYO SPEAKEASY yang tayang pada 18 Juni, Akimoto berbincang dengan penyanyi legendaris Yumi Matsutoya mengenai proses kreatifnya dalam mengelola grup idola populer.
Akimoto menjelaskan bahwa menciptakan lagu untuk grup idola berbeda dengan menulis karya untuk penyanyi solo.
Menurutnya, hubungan antara produser dan penggemar ibarat seorang pelempar dan pemukul dalam pertandingan bisbol.
Ia mengaku sengaja menghadirkan lagu-lagu yang dianggap tidak biasa atau di luar ekspektasi penggemar.
Beberapa lagu seperti Ohitorisama Tengoku dan Biryani bahkan sempat menuai kritik tajam dari penggemar Nogizaka46.
“Penggemar marah dan mempertanyakan mengapa lagu seperti itu dibuat untuk Nogizaka46,” ungkap Akimoto.
Namun, pria berusia 68 tahun itu menilai strategi tersebut penting untuk menjaga dinamika musikal grup.
Ia mengibaratkannya sebagai lemparan pembuka dalam bisbol yang bertujuan membangun antisipasi sebelum menghadirkan lagu utama.
Menurut Akimoto Yasushi, lagu-lagu yang memicu perdebatan justru dapat meningkatkan apresiasi terhadap karya berikutnya yang lebih sesuai dengan selera penggemar.
Ia mencontohkan lagu Same Numbers sebagai “lemparan penentu” yang dampaknya akan lebih terasa setelah penggemar melewati fase kejutan sebelumnya. (Overseasidol.com)







Tidak ada Respon