Overseasidol.com — Aktor Thailand Ken Phupoom Pongsphanuphak mengungkapkan bawa gerai roti miliknya, “Ken Phu Pang”, yang berlokasi di Hat Yai, Songkhla, dilanda banjir parah hingga mengalami kerusakan total.
Saat menghadiri acara pembukaan pasar “Aum Aum” edisi ke-4 di lantai B Future Park Rangsit, Ken memberikan update terbaru mengenai kondisi usahanya tersebut.
Ken menjelaskan bahwa banjir yang terjadi beberapa hari lalu benar-benar menghancurkan seluruh bagian toko.
Air naik hingga melewati lantai satu, merusak plafon, instalasi listrik, hingga seluruh peralatan. “Kerusakannya 100%. Kami tidak sempat menyelamatkan apa pun,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan kronologi hari kejadian. Pada awalnya, air hanya setinggi betis, kemudian sempat surut, membuat timnya kembali ke toko untuk melakukan pembersihan demi persiapan pembukaan kembali.
Namun pada malam harinya, air kembali naik dengan cepat dan mereka tak bisa lagi mengakses toko tersebut.
“Kami sudah bersih-bersih dan siap buka keesokan harinya. Tapi malam itu air naik lagi dan semuanya terlambat,” katanya.
Ketika ditanya apakah ada barang yang masih bisa diselamatkan, Ken menggeleng. “Tidak ada. Semuanya rusak. Kemungkinan besar semua harus dibeli baru,”.
Hingga kini, belum ada bantuan yang masuk dari pihak mana pun. Ken juga mengaku belum menghitung total kerugian karena belum siap melihat angka pastinya.
“Saya tidak ingin menghitung dulu. Saya hanya tahu semuanya rusak. Kalau dilihat angka sebenarnya, rasanya akan lebih berat,” jelasnya.
Untuk proses pemulihan, bintang drama populer tersebut menyebut bahwa timnya sedang berusaha memperbaiki toko secepat mungkin.
Meski berharap bisa buka sebelum Tahun Baru, ia menyadari bahwa toko belum dapat beroperasi sepenuhnya. “
Mungkin kami bisa mulai dengan menjual beberapa produk seperti kue telur terlebih dulu. Pertengahan bulan ini saya akan ke sana untuk melihat kondisi kota. Dari foto yang saya lihat, Hat Yai benar-benar porak-poranda,”.
Ken juga mengungkapkan kondisi mental timnya yang cukup tertekan akibat situasi tersebut. “Semua orang kelelahan. Banyak area yang tidak bisa diakses, dan pekerjaan pembersihan pun sangat menyulitkan,”.









