Aktris Taiwan Chiang Tsu Ping Akui Dirinya Korban Ruda Paksa, Ungkap Kronologi Kejadiannya!

Overseas Idol
Aktris Taiwan Chiang Tsu Ping Akui Dirinya Korban Ruda Paksa, Ungkap Kronologi Kejadiannya!
Photo via enanyang.my.
A-AA+A++

Overseasidol.com — Kasus yang sebelumnya disebut sebagai “membela teman” akhirnya terungkap. Aktris asal Taiwan, Chiang Tsu Ping, mengaku dirinya adalah korban pemerkosaan yang sempat ia singgung pada 18 Agustus 2025.

Saat itu, ia hanya menulis di media sosial bahwa seorang aktris terkena kasus diberi obat lalu diserang, namun tak menyebutkan nama.

Pada 5 September, Jiang Zuping akhirnya menangis dalam wawancara dan berkata, “Aktris itu sebenarnya saya,”.

Ia menjelaskan bahwa awalnya ia merahasiakan identitas karena sang ibu menderita sakit jantung berat. Ia takut kenyataan ini akan menghancurkan kondisi kesehatan ibunya.

Pelaku yang ia tuding adalah Gong Yiting, putra dari pejabat senior SET TV Taiwan, Gong Meifu.

Jiang menyebut mereka pernah berpacaran hampir sepuluh bulan, sejak Oktober 2024 hingga Agustus 2025.

Setelah putus, Gong diduga beberapa kali melakukan kekerasan, termasuk menukar obat jantung Chiang dengan obat penenang hingga ia tak sadarkan diri, lalu memperkosanya.

Lebih mengerikan lagi, aksi itu direkam bahkan dibagikan secara siaran langsung kepada teman-temannya.

Sebelumnya, Gong Yiting sempat menulis klarifikasi di media sosial dengan menyebut keduanya hanya “baru putus”.

Pernyataan itu memicu kemarahan Chiang, yang akhirnya memilih buka suara penuh.

Menurut sahabat dekatnya, Chiang memegang bukti penting yang cukup kuat untuk menjerat Gong ke ranah hukum. Ia kini sudah bersedia bekerja sama dengan kepolisian.

SET TV Taiwan merespons cepat. Manajemen meminta Gong Meifu mundur dari jabatannya, menyerahkan dokumen investigasi ke kantor kejaksaan Shilin, serta menegaskan “tidak akan melindungi siapa pun,”.

Saat ini pihak kejaksaan sudah membuka kasus dan kepolisian tengah mengatur pembuatan berita acara Chiang Tsu Ping.

Publik pun ramai memberi dukungan. Banyak yang menulis, “Ternyata dia sendiri… sungguh menyedihkan,” dan “Butuh keberanian besar untuk berdiri melawan,”.

Langkah Chiang dianggap bukan hanya upaya mencari keadilan pribadi, tetapi juga sebuah perlawanan terhadap kekerasan dalam hubungan dan penyalahgunaan kekuasaan di industri hiburan.