C-Drama

Drama Pendek China Jadi Penyebab Perceraian? Cerita Kadang di Luar Nalar Tapi Bikin Kecanduan

484
×

Drama Pendek China Jadi Penyebab Perceraian? Cerita Kadang di Luar Nalar Tapi Bikin Kecanduan

Sebarkan artikel ini
Drama Pendek China Jadi Penyebab Perceraian, Cerita Kadang Diluar Nalar Tapi Bikin Kecanduan
Photo via Weibo.

Overseasidol.com — Drama pendek (short drama) asal Tiongkok semakin sering menduduki trending topic di berbagai platform media sosial.

Durasi yang hanya beberapa menit dianggap mampu menarik perhatian penonton dengan cepat.

Scroll untuk Melanjutkan Membaca
v

Meski banyak yang menganggapnya ringan dan menghibur, tak sedikit pula yang menilai drama jenis ini terlalu dangkal dan repetitif.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa tema “balas dendam”, “reinkarnasi”, dan “cinta penuh derita” mendominasi pasar, bahkan mencapai hampir 30% dari total adaptasi IP di platform digital.

Banyak drama yang menampilkan kisah “urban success story” atau “CEO jatuh cinta pada gadis biasa”, hingga muncul istilah “drama absurd tapi bikin nagih” di kalangan warganet.

Bahkan, ada pula drama yang menampilkan adegan tak masuk akal seperti “melahirkan 99 anak dalam sekali kehamilan”, yang langsung memicu perdebatan di Weibo.

Meski begitu, jenis drama seperti ini juga laris di pasar luar negeri. Data dari lembaga riset menunjukkan bahwa di Amerika dan Eropa, drama bergenre dominan (romansa dan balas dendam) menguasai lebih dari 70% pasar.

Namun di sisi lain, drama pendek berkualitas tinggi masih bisa menembus perhatian publik.

Misalnya, The Glory of Judge yang diadaptasi dari kasus nyata seperti kekerasan dalam rumah tangga dan penipuan daring.

Drama ini mendapat rating 8,2 di Douban dan lebih dari 300 juta tayangan di Douyin (TikTok China).

Begitu pula Escape from the British Museum, yang menjadi contoh drama pendek berunsur sejarah dan budaya dengan penerimaan sangat positif.

Beberapa drama pendek bertema estetika Timur (Oriental Aesthetic) bahkan sukses menembus pasar global.

Sayangnya, drama semacam ini masih jarang. Produksi drama pendek berkualitas sering kali terkendala biaya tinggi dan pendapatan rendah, membuat industri sulit berkembang secara berkelanjutan.

Para ahli menilai, kini saatnya industri beralih dari “produksi massal” menjadi “pengerjaan konten yang lebih serius dan kreatif”.

Menariknya, tren ini ternyata juga menyentuh kehidupan pribadi. Seorang artis asal Indonesia bernama Clara mengaku bahwa drama pendek China justru menjadi sumber konflik di rumah tangganya.

Ia mengatakan sang suami sering menghabiskan waktu malam hanya untuk menonton drama online.

“Masalah kami itu-itu saja. Kalau malam, dia lebih suka nonton drama China. Aku jadi kesal sampai bilang, ‘Mungkin aku harus jadi drama China aja biar kamu perhatiin!’” ujar Clara.

Penyebab kecanduan sang suami menonton ini menjadikan drama pendek China sebagai pemicu Clara untuk menggugat cerai sang suami.

Fenomena ini menunjukkan bahwa drama pendek Tiongkok bukan hanya sekadar hiburan instan, tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup digital yang memengaruhi kebiasaan bahkan hubungan antarpribadi.