Overseasidol.com — Drama sejarah berskala besar berjudul Swords into Plowshares menggelar acara global launch atau peluncuran perdananya di Hangzhou pada 18 Januari.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pemain utama seperti Bai Yu, Zhou Yutong, Ni Dahong, Dong Yong, Zhu Yawen, hingga Yu Haoming yang kompak hadir untuk mempromosikan proyek ambisius tersebut.
Taiping Year mengangkat latar sejarah dari periode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan hingga awal Dinasti Song Utara.
Ceritanya berfokus pada tokoh penguasa Wuyue, Qian Hongchu, yang diperankan oleh Bai Yu, serta Kaisar Song Taizu Zhao Kuangyin yang dimainkan Zhu Yawen.
Drama ini menggambarkan peristiwa bersejarah “penyerahan wilayah kepada Dinasti Song” melalui perjalanan Qian Hongchu ke Bianliang, pertemuannya dengan Zhao Kuangyin, serta konflik besar seperti invasi Khitan yang menandai masa pergolakan dan penyatuan kekuasaan.
Saat kembali mengunjungi lokasi syuting, Bai Yu mengungkapkan perasaan yang berbeda dibandingkan sebelum proses pengambilan gambar dimulai.
Ia mengenang bagaimana para pemain sempat diajak mempelajari lokasi syuting sebagai bagian dari persiapan.
Kini, kembali ke tempat tersebut justru menghadirkan rasa hangat dan ketenangan emosional.
Bai Yu berharap drama Swords into Plowshares dapat membawa pesan damai dan doa akan kesejahteraan bagi penonton di awal tahun baru.
Sementara itu, Zhou Yutong yang memerankan Sun Taizhen, membagikan kedalaman emosinya terhadap karakter yang ia mainkan.
Sun Taizhen digambarkan sebagai perempuan cerdas dan berpikiran jernih yang mengalami transformasi besar dari gadis bebas menjadi permaisuri Kerajaan Wuyue.
Menurut Zhou Yutong, perjalanan karakter ini menuju Bianliang bersama Qian Hongchu menjadi titik balik penting yang membuka mata mereka terhadap realitas dunia di luar kehidupan nyaman yang selama ini mereka kenal.
Kesadaran akan penderitaan rakyat dan tanggung jawab yang harus dipikul membuat mereka tak bisa lagi berpaling dari kenyataan.
Ia mengaku sangat tersentuh dengan pesan moral yang dibawa drama ini, terutama tentang keberanian menghadapi kenyataan, meninggalkan ilusi utopia, dan melakukan hal terbaik demi kesejahteraan rakyat serta perdamaian dunia.
Zhou Yutong bahkan mengungkapkan bahwa mendengarkan pidato dalam acara peluncuran saja sudah membuatnya menitikkan air mata.
Melalui peran ini, ia merasa semakin menghargai hidup dan menyadari betapa berharganya kedamaian yang dinikmati saat ini.









