Overseasidol.com — Pengadilan Distrik Chaoyang di Beijing baru-baru ini memutuskan kasus penjualan ilegal data pribadi selebriti.
Terdakwa Zhang awalnya adalah penggemar yang sering pergi ke bandara untuk memotret artis idolanya.
Seiring waktu, semakin banyak orang yang membayar untuk foto-fotonya. Ia pun bergabung dengan beberapa grup fotografer penggemar.
Di salah satu grup itu, ia bertemu Shu, yang mengaku bekerja di sebuah maskapai penerbangan.
Keduanya mulai memperjualbelikan informasi identitas dan jadwal penerbangan selebriti, dengan harga antara 50 hingga 80 yuan per data.
Zhang kemudian menjual kembali data tersebut kepada penggemar lain dengan harga hingga 1.000 yuan per data, dan memperoleh keuntungan lebih dari 20.000 yuan.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Shu bekerja di perusahaan outsourcing layanan pelanggan milik maskapai.
Meski memiliki aturan kerahasiaan ketat, ia memanfaatkan aksesnya ke sistem pemesanan tiket untuk menyalin data pribadi dan penerbangan para selebriti di atas kertas.
Data itu kemudian diselundupkan keluar dan dijual kepada Zhang untuk mencari keuntungan.
Shu diketahui telah mengambil dan menjual lebih dari 100 data pribadi dan penerbangan selebriti secara ilegal.
Pengadilan memutuskan bahwa Zhang bersalah melanggar undang-undang perlindungan data pribadi warga negara, dan menjatuhkan hukuman tujuh bulan penjara serta denda uang.
Ia juga diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 23.000 yuan atas kerugian terhadap kepentingan publik dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media nasional.
Shu juga dinyatakan bersalah atas pelanggaran serupa, dijatuhi hukuman penjara sepuluh bulan dengan masa percobaan satu tahun, serta diwajibkan membayar ganti rugi 13.100 yuan dan meminta maaf secara publik.
Selain itu, ia dilarang bekerja di bidang layanan pelanggan maskapai selama masa percobaan.
Hasil investigasi jurnalis menunjukkan bahwa praktik jual beli data selebriti masih marak di platform media sosial.
Dengan menelusuri kata kunci tertentu seperti simbol pesawat atau singkatan penerbangan, dapat ditemukan banyak unggahan yang menawarkan “informasi penerbangan murah” atau bahkan “nomor identitas 10.000 selebriti”.
Beberapa akun meminta pengguna mentransfer sejumlah kecil uang untuk bergabung ke grup yang membagikan jadwal penerbangan, nomor pesawat, hingga alamat pribadi selebriti.
Meskipun sudah ada tindakan hukum, pasar gelap data pribadi selebriti ini masih terus berkembang di dunia maya.



