Idola Pria Kerap Jadi Brand Ambassador Picu Kenaikan Pasar Kosmetik Laki-Laki di China

  • Bagikan
cai xukun xiao zhan brand ambassador kosmetik
Cai Xukun dan Xiao Zhan untuk brand ambassador produk kometik, foto (Estee Lauder).

Overseasidol.com — Pasar kosmetik atau perawatan diri di China atau Tiongkok bagi pria kini tengah mengalami peningkatan.

Dilansir dari pandaily, menurut Riset iMedia, skala ritel untuk segmen kecantikan dan perawatan kulit pria di China mencapai 15,89 miliar yuan pada 2019 dan diperkirakan akan mencapai 16,72 miliar yuan pada 2020.

Dari 2016 hingga 2019, tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata penjualan eceran produk perawatan pria adalah 13,5%, jauh lebih tinggi dari tingkat global sebesar 5,8%, menurut laporan Zhiyan Consulting.

Kenaikan ini membawa perubahan pada stereotipe masyarakat terhadap kosmetik untuk seorang pria. Kosmetik dan perawatan diri saat ini dianggap tidak memiliki hubungannya dengan gender.

Hal ini dipicu oleh sang influencer atau idola pria yang saat ini kerap menjadi brand ambassador untuk produk kosmetik terkenal.

Li Jiaqi dikenal sebagai “Raja Lipstik” di Tiongkok, adalah seorang laki-laku yang pernah menjual lipstik sebanyak 15 ribu lipstik hanya dalam 5 menit siaran di marketplace Taobao.

Ia bahkan memegang Rekor Dunia Guinness untuk penjualan lipstik dalam 30 detik. Selain dirinya, saat ini brand kecantikan banyak melirik idola pria untuk menjualkan produk baru perawatan dan kosmetik.

Banyak selebriti pria yang digaet untuk menjual produk kosmetik di China dan disambut dengan baik. Wang Junkai TFBOYS digandeng untuk produk Estee Lauder, Zhu Yilong mendukung L’Occitane.

Yang Yang, Li Xian, Wang Yibo, Xiao Zhan pun satu persatu menjadi juru bicara atau pun wakil produk dari merk kosmetik. Mereka bahkan melakukan siaran langsung untuk menjual produk kosmetik yang didukung.

Menurut para ahli, kemajuan kosmetik pada pria di dunia ini diawali oleh bintang KPOP yang populer sebagai pria cantik. Hal itu membuat dunia lebih menerima dan tidak tertarik pada ‘toxic masculinity’.

  • Bagikan