Overseasidol.com — Nama Jacky Cheung kembali menjadi perbincangan hangat setelah sang legenda musik Hong Kong angkat bicara mengenai rumor utang dan kebangkrutan yang lama beredar di internet.
Dalam wawancara terbaru yang dikutip media Hong Kong, penyanyi yang dijuluki “God of Songs” ini menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kebiasaan meminjam uang dan selama ini hidup dengan sangat hemat.
Jacky Cheung menjelaskan bahwa ia memang terbiasa menabung dan berhati-hati dalam mengelola keuangan.
Menurutnya, semakin sering ia menjelaskan, justru ada orang yang mengira dirinya sedang menutupi sesuatu.
Namun ia menekankan bahwa kenyataannya memang sederhana: ia tidak punya kebiasaan berutang kepada siapa pun.
Isu ini mencuat setelah beredar kabar di dunia maya yang menyebut Jacky Cheung bangkrut, terlilit utang, bahkan muncul gosip bahwa sang istri, May Lo, disebut-sebut telah menghabiskan kekayaan keluarga hingga miliaran.
Konser yang masih rutin digelar di usia sekarang pun dituding sebagai upaya mencari uang untuk menutup utang.
Menanggapi hal tersebut, Jacky sebenarnya sudah pernah membantahnya secara langsung saat konser di Guangzhou tahun lalu.
Saat itu, ia menegaskan bahwa dirinya sangat “pelit” dalam hal keuangan, jarang melakukan investasi besar, dan selalu berhati-hati dalam mengatur uang.
Ia juga kembali mengingat pesan ibunya sejak kecil bahwa meminjam uang adalah hal yang sulit dan sebaiknya dihindari.
Karena itu, menurut Jacky, setiap konser yang ia gelar saat ini bukanlah karena tekanan finansial, melainkan murni untuk kebahagiaan pribadi dan agar lebih banyak penonton bisa menikmati suaranya secara langsung.
Dalam wawancara yang sama, Jacky Cheung juga menanggapi harapan penggemar soal reuni “Empat Raja Langit” Hong Kong yang legendaris.
Ia menyebut bahwa konsep Four Heavenly Kings hanyalah simbol dari sebuah era tertentu.
Menurutnya, para penyanyi tersebut tidak pernah secara resmi menyebut diri mereka dengan gelar itu, dan zaman sudah berubah. Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa nostalgia tetap indah, tetapi realitas industri hiburan kini berbeda.




Tidak ada Respon