JPOPIdol & MusikSkandal & Kontroversi

JKT48 Keluarkan Peringatan Keras soal Penyalahgunaan Konten AI terhadap Member

216
×

JKT48 Keluarkan Peringatan Keras soal Penyalahgunaan Konten AI terhadap Member

Sebarkan artikel ini
JKT48 Keluarkan Peringatan Keras soal Penyalahgunaan Konten AI terhadap Member
Photo via JKT48.

Overseasidol.com — Grup idol JKT48 yang berbasis di Jakarta secara resmi mengeluarkan pernyataan tegas terkait penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang menyeret sejumlah anggotanya.

Melalui akun resmi X (sebelumnya Twitter) pada 5 Januari, pihak manajemen mengungkapkan bahwa beberapa member menjadi korban konten AI ilegal dan merugikan.

Scroll untuk Melanjutkan Membaca

Dalam pernyataan berjudul “Peringatan Publik atas Penyalahgunaan Teknologi AI”, JKT48 menyebut telah menerima laporan mengenai konten hasil manipulasi AI yang menargetkan identitas dan wajah para member.

Konten tersebut dinilai berpotensi mengandung unsur pencemaran nama baik, penghinaan, serta pelanggaran hukum yang serius.

Manajemen menjelaskan bahwa setelah berdiskusi langsung dengan member yang terdampak, mereka memutuskan untuk mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan peringatan publik.

Seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan maupun penyebaran konten tersebut diminta segera menghentikan aktivitas dan menghapus konten secara permanen.

JKT48 juga menegaskan bahwa apabila dalam waktu 2×24 jam (48 jam) sejak pengumuman ini konten bermasalah tersebut masih beredar, manajemen akan sepenuhnya mendukung langkah hukum yang diambil oleh member.

Tim operasional JKT48 memastikan akan memberikan pendampingan hukum penuh hingga proses hukum selesai.

Secara rinci, manajemen menyebutkan bahwa tindakan yang berpotensi dilaporkan secara hukum mencakup pembuatan konten pornografi berbasis AI dengan wajah atau identitas member, distribusi dan promosi konten tersebut, hingga komentar atau unggahan yang mendukung dan mengeksploitasi materi tersebut.

Menutup pernyataannya, JKT48 mengajak publik untuk bersama-sama menjaga lingkungan digital yang positif dan saling menghormati.