C-SelebSkandal & Kontroversi

Kunda Hsieh Kembali ke Taiwan Usai Terlibat Kasus Dugaan Penghindaran Wajib Militer

482
×

Kunda Hsieh Kembali ke Taiwan Usai Terlibat Kasus Dugaan Penghindaran Wajib Militer

Sebarkan artikel ini
Kunda Hsieh Kembali ke Taiwan Usai Terlibat Kasus Dugaan Penghindaran Wajib Militer
Photo via Sina Entertainment Weibo.

Overseasidol.com — Pada tanggal 22 Oktober, pagi tadi, aktor sekaligus anggota grup Energy, Kunda Hsieh tiba di Bandara Internasional Taoyuan setelah kembali dari Kanada.

Kedatangannya langsung disambut aparat kepolisian yang telah siaga sejak dini hari. Begitu terlihat di area kedatangan, ia segera dibawa ke ruang khusus untuk dimintai keterangan.

Scroll untuk Melanjutkan Membaca
v

Saat sejumlah wartawan menanyakan apakah dirinya menggunakan koneksi untuk memalsukan surat keterangan medis demi menghindari wajib militer, Xie Kunda tidak menjawab sepatah kata pun.

Ia hanya mengangguk pelan, yang ditafsirkan banyak pihak sebagai pengakuan tidak langsung atas dugaan penggunaan surat medis palsu.

Sebelumnya, pada 21 Oktober, empat artis lain yaitu Xu Jiekai, Chen Bolin, Jone Chang, dan Xiao Jie/Liljat (mantan anggota Lollipop) telah ditangkap dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Kunda yang saat itu berada di Kanada untuk urusan pekerjaan, menjadi tersangka kelima dalam kasus dugaan penghindaran wajib militer ini.

Pihak agensi Xie Kunda sebelumnya telah merilis pernyataan resmi, mengonfirmasi bahwa artis mereka memutuskan untuk membatalkan seluruh kegiatan di luar negeri dan kembali ke Taiwan lebih awal untuk bekerja sama dengan penyelidikan.

Dalam pernyataan itu, ia menegaskan bahwa dirinya siap menerima semua konsekuensi hukum tanpa mencari alasan atau pembenaran.

Dalam foto yang beredar, Xie Kunda terlihat mengenakan jaket hitam dan masker, wajahnya tampak lelah dan tegang.

Ia berjalan cepat tanpa menanggapi pertanyaan media, sementara sejumlah polisi mengawalnya menuju ruang pemeriksaan.

Kasus dugaan pemalsuan dokumen medis untuk menghindari wajib militer ini masih terus diselidiki oleh Kejaksaan New Taipei, dan publik kini menunggu keputusan resmi terkait apakah akan dilakukan penahanan atau tidak dalam waktu dekat.