Overseasidol.com — Penyanyi populer Thailand, Peck Palitchoke, tengah menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam kontroversi tes narkoba.
Awalnya, Peck menolak menjalani tes darah dengan alasan hak pasien saat diminta oleh pihak kepolisian dalam proses penyelidikan.
Menanggapi hal ini, kepala kepolisian setempat menegaskan bahwa pihak berwenang memiliki dasar hukum untuk melakukan pemeriksaan darah.
Namun, berdasarkan wewenang hukum dari Komite Pengendalian Narkotika Thailand, polisi kemudian mengajukan permintaan untuk mengambil sampel rambut sebagai alternatif tes narkoba.
Tim forensik kepolisian telah mendatangi rumah sakit tempat Peck berada untuk berkoordinasi dengan pihaknya.
Surat resmi juga telah diserahkan kepada rumah sakit sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana Thailand.
Menurut hukum yang berlaku, menolak memberikan sampel rambut dapat dianggap melanggar perintah pejabat pengendalian narkotika, dengan ancaman hukuman penjara maksimal satu tahun, denda hingga 20.000 baht, atau keduanya.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Peck akhirnya setuju untuk menyerahkan sampel rambut kepada polisi.
Sampel tersebut telah dikirim ke Institut Ilmu Forensik Kementerian Kehakiman Thailand untuk diuji.
Hasil resmi akan diumumkan dalam waktu dekat. Publik dan para penggemar kini menunggu kesimpulan akhir dari hasil tes tersebut.






