Overseasidol.com — Aktris Tiongkok Peng Xiaoran tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah balasan singkat kepada penggemar memicu kontroversi luas.
Kalimat “semoga kamu lembur setiap hari” yang ia tulis dalam kolom komentar Weibo dinilai sebagian warganet menyentuh isu sensitif dunia kerja, hingga berkembang menjadi polemik publik.
Namun, sikap Peng Xiaoran yang secara terbuka mengambil tanggung jawab justru menuai perhatian dan respons positif.
Peristiwa ini bermula pada malam 24 Januari 2026, ketika seorang penggemar asal Shandong dengan akun “MonicaZzz_” meninggalkan komentar bercanda di unggahan Peng Xiaoran, meminta “doa agar bisa lembur”.
Tak lama setelah tengah malam, tepatnya 25 Januari pukul 00.00, Peng Xiaoran membalas dengan kalimat yang kemudian viral tersebut.
Tangkapan layar balasan itu lalu tersebar ke berbagai platform publik dan memicu kritik, dengan sebagian netizen menilai sang aktris kurang menunjukkan empati terhadap realitas tekanan kerja.
Penggemar yang terlibat kemudian memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa komentar tersebut merupakan candaan internal antara sesama penggemar lama yang telah mengikuti Peng Xiaoran selama tujuh tahun.
Istilah “lembur” yang dimaksud bukanlah pekerjaan kantor, melainkan begadang untuk bermain gim, yang di kalangan mereka disebut sebagai “main VALORANT”.
Ia mengaku menyesal karena candaan tersebut menimbulkan kesalahpahaman dan berujung pada serangan daring, bahkan menerima komentar ekstrem berupa kutukan.
Tekanan tersebut membuatnya sampai harus mengadakan undian sebagai bentuk permintaan maaf publik.
Menanggapi situasi yang semakin meluas, Peng Xiaoran akhirnya angkat bicara pada 25 Januari pukul 13.50 melalui sebuah video tanpa riasan.
Dalam pernyataannya, ia dengan tegas menyebut bahwa pihak yang seharusnya meminta maaf adalah dirinya.
Ia mengakui lalai menyadari dampak luas dari setiap ucapan seorang figur publik dan berjanji akan lebih berhati-hati ke depannya.
Peng Xiaoran juga menyampaikan refleksi pribadinya mengenai pentingnya menjaga batas dalam interaksi akrab serta tidak melupakan tanggung jawab sosial, bahkan dalam konteks santai.









