Overseasidol.com — Sejumlah anggota KLP48, grup idola asal Malaysia yang merupakan sister group resmi dari AKB48, tengah menjadi sorotan publik.
Grup yang berbasis di Kuala Lumpur itu menjadi kontroversi setelah beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga mengandung unsur rasis dan xenofobia terhadap rekan mereka dari Jepang.
Kasus ini memicu gelombang kritik dari penggemar dan masyarakat luas di media sosial.
Tangkapan layar tersebut pertama kali dibagikan oleh seorang pengguna X pada 19 Desember.
Dalam unggahan itu, terlihat sebuah grup WhatsApp dengan nama bernada provokatif, yang diduga hanya berisi anggota Malaysia tanpa melibatkan anggota Jepang.
Isi percakapan dalam grup tersebut memperlihatkan komentar bernada negatif mengenai Jepang dan rekan satu grup mereka yang berkewarganegaraan Jepang.
View this post on Instagram
Isu ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan forum penggemar, memunculkan rasa kecewa dari banyak pihak yang menilai perilaku tersebut bertentangan dengan nilai persahabatan dan kerja sama lintas budaya yang selama ini dijunjung oleh keluarga besar AKB48.
Kontroversi tersebut menjadi makin meluas karena sebelumnya manajemen KLP48 merilis pernyataan resmi terkait penghukuman 6 anggota grup.
Dalam pernyataan tersebut, pihak manajemen mengonfirmasi bahwa enam anggota generasi pertama KLP48, Shyan, Amanda, Ann Drea, Hillary, Khalies, dan Salwa telah melanggar aturan internal terkait etika dan perilaku anggota.
Manajemen menegaskan bahwa kasus ini ditangani dengan sangat serius dan telah menimbulkan kekecewaan mendalam.
Manajemen juga menyampaikan bahwa peringatan keras resmi telah diberikan kepada para anggota yang terlibat.
Selain itu, mereka menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan disipliner lebih berat, termasuk pembekuan aktivitas, penurunan status, hingga pemutusan kontrak, apabila pelanggaran serupa kembali terjadi di masa mendatang.
Pernyataan KLP48 yang menghukum anggota tanpa penjelasan lebih detail atau lanjut ini membuat rumor rasisme yang terjadi di tubuh grup makin meluas.
Banyak penggemar menuntut penjelasan lebih detail terkait alasan penghukuman atau menanggapi rumor yang belum diketahui kebenarannya ini.









