Psi Scott Tegaskan Cari Keadilan, Ungkap akan Hapus Nama Marga Keluarga

Overseas Idol
Psi Scott Tegaskan Cari Keadilan, Ungkap akan Hapus Nama Marga Keluarga
Photo via ChuChuChob.
A-AA+A++

Hal itu membuat Psi merasa bahwa sebagian orang lebih mementingkan reputasi, bisnis, dan aset keluarga dibanding kondisi mental seorang anak yang sedang mengalami trauma.

Saat berbicara tentang sang ibu, Psi mengaku masih tidak memahami alasan dirinya merasa tidak dicintai.

Ia juga mengungkap salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam hidupnya, yaitu ketika pengasuh yang disebut pernah melakukan kekerasan seksual terhadap dirinya kembali dipekerjakan di rumah keluarga.

Menurut Psi, situasi tersebut membuatnya merasa kembali disakiti dan ditinggalkan.

Terkait sengketa tanah di Hua Hin, Psi mengungkap bahwa dirinya sudah pernah hadir di persidangan, sementara pihak ibunya tidak datang pada sidang pertama.

Sidang lanjutan disebut akan kembali digelar pada 10 Juni mendatang. Ia juga menyebut bahwa sang kakak dijadikan saksi dalam perkara tersebut.

Mengenai rekaman suara yang sebelumnya sempat dipublikasikan, Psi mengatakan bahwa potongan audio berdurasi empat menit yang beredar hanyalah sebagian kecil dari rekaman penuh berdurasi sekitar 20 menit.

Namun ia belum memutuskan apakah akan membuka lebih banyak bukti kepada publik karena masih mempertimbangkan kondisi mentalnya sendiri.

Saat ditanya kemungkinan mengambil tindakan hukum terhadap kakaknya, Psi menjawab bahwa semua kemungkinan masih terbuka.

Ia menegaskan bahwa seseorang yang menurutnya pernah melakukan kekerasan tidak seharusnya berada di lingkungan yang dekat dengan anak-anak.

Di akhir wawancara, Psi secara resmi mengumumkan keputusan besar dalam hidupnya, yaitu mengganti nama belakang menjadi “Samut”.

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak lagi ingin terhubung dengan nama keluarga Scott karena merasa sosok ayah tidak pernah benar-benar hadir dalam hidupnya.

Menurutnya, nama “Psi Samut” akan lebih mencerminkan identitas dan kehidupan baru yang ingin ia jalani.