Shalza JKT48 Nangis Saat Pentas Gegara Ini, Fans Kecewa Hingga Kritik Sikap Kinal

  • Whatsapp
JKT48 academy show boku no taiyou
Pembagian sertifikat untuk member JKT48 Academy dan terlihat Shalza tak mendapatkannya sendiri - foto (Twitter/wotanetfess)

Overseasidol.com – JKT48 baru saja menggelar pertunjukan teater “Matahari Milikku” oleh member Academy Class A (15/08).

Pertunjukan tersebut merupakan terakhir kalinya bagi para member Academy yang telah dipromosikan ke dalam Team T yang baru.

Bacaan Lainnya

Pertunjukan ini menjadi momen yang sangat mebahagiakan bagi para member karena akan menjalani kehidupan di tim baru.

Memasuki babak akhir pertunjukan seperti biasa member Academy yang dipromosikan akan mendapat sertifikat kelulusan dari kepala sekolah Kinal.

Namun rupanya dalam pertunjukan teater malam itu, ada satu member yang tak diberi sertifikat karena dirinya tak dipromosikan ke tim.

Shalza Grasita atau Shalza JKT48 menjadi sorotan fans karena ia satu-satunya member yang mengikuti pentas tapi tak diberikan sertifikat.

Fans mengkritik sikap manajemen yang mengikutsertakan Shalza dalam pentas Academy semalam.

Shalza terlihat menahan sedih karena ia merupakan senior sendiri di sana tapi menyaksikan momen pembagian sertifikat untuk hampir semua member yang pentas.

Karena kejadian tersebut, fans merasa sangat mengkhawatirkan kondisi mental Shalza atas apa yang dilakukan oleh pihak manajemen.

“Kata kinal Jangan nangis jangan nangis, pikir we atuh temen temennya bahkan mereka itu junior-juniornya shalza dapat sertifikat didepan matanya plus posisi dia ada di tengah gimana nggak nangis coba???”, tulis seorang fans di twitter.

Terlihat dalam video tersebut, Shalza menahan nangis karena ia satu-satunya anggota generasi 6 JKT48 yang belum juga dipromosikan ke tim.

Kritik pedas terus ditujukan pada sikap JKT8 terutama Academy yang dianggap mendramatisasi keadaan.

Karena peristiwa ini, nama Kinal menjadi trending di Twitter Indonesia. Isi cuitannya berupa kritik dan saran untuk Kinal dan JKT48 untuk bisa belajar dari kesalahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *