Overseasidol.com — Aktris populer Tiongkok Zhao Lusi kembali menjadi sorotan publik usai secara terbuka menuding agensinya, Galaxy Cool Entertainment menerapkan “kontrak sepihak yang memberatkan”.
Perselisihan ini memunculkan pertanyaan hukum terkait perbedaan ketentuan kontrak lama dan baru, potensi pelanggaran hak artis, hingga nominal ganti rugi fantastis.
Dalam siaran langsung pada 11 Agustus, Zhao Lusi membeberkan bahwa ia menandatangani kontrak eksklusif 10 tahun pada 2016 dengan sistem bagi hasil 50:50.
Pada 2023, ia memperpanjang kontrak hingga 2030 dengan pembagian baru 30% untuk agensi dan 70% untuk dirinya.
Namun, pada akhir 2024, Zhao Lusi berhenti bekerja karena masalah kesehatan, dan perusahaan tetap menuntut ganti rugi berdasarkan pembagian 3:7 dari kontrak baru meski pelanggaran terjadi saat kontrak lama masih berlaku.
Pakar hukum menegaskan, jika pelanggaran terjadi di masa kontrak lama maka ketentuan lama yang berlaku.
Menurut pengacara Zhu Yicong dari Beijing Yingke Law Firm, ketentuan kontrak baru yang belum berlaku secara hukum tidak dapat digunakan untuk menuntut pelanggaran masa kontrak lama.
Zhao Lusi berpotensi menghadapi tuntutan denda hingga 4 miliar yuan jika kontrak diakhiri sepihak, jumlah yang menurut pengacara Qin Wen dapat dikoreksi pengadilan jika terbukti tidak proporsional dengan kerugian yang dialami perusahaan.
Zhao Lusi mengungkap dirinya menderita depresi berat dan gangguan kecemasan parah.
Jika kontrak memuat klausul pembebasan tanggung jawab akibat kesehatan, ia bisa membatalkan kontrak dengan bukti medis.
Tuduhan lain termasuk penarikan dana 2,05 juta yuan tanpa persetujuan, ancaman “pembekuan karier”, dan pembagian keuntungan proyek yang tidak transparan.
Pengacara menilai, jika tuduhan tersebut terbukti, hal ini dapat menjadi dasar hukum untuk pembatalan kontrak tanpa kewajiban membayar ganti rugi penuh, bahkan memungkinkan tuntutan ganti rugi balik.






