Overseasidol.com — Aktor terkenal China, Jin Dong, kembali menyuarakan kekhawatirannya mengenai penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan, khususnya praktik AI face swap atau deepfake.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri agenda Two Sessions China tahun 2026 di Beijing.
Dalam sesi diskusi bersama media pada 9 Maret, Jin Dong yang juga menjabat sebagai anggota Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC) mengungkapkan bahwa upaya melindungi diri dari penyalahgunaan teknologi tersebut bukanlah hal mudah.
Ketika ditanya mengenai upaya mempertahankan hak atas citra dirinya, ia menjawab singkat bahwa prosesnya “sangat sulit”.
Jin Dong diketahui menjadi salah satu korban paling menonjol dari penyalahgunaan teknologi deepfake di China.
Dalam beberapa kasus, pelaku kejahatan memanfaatkan teknologi AI pengganti wajah dan kloning suara untuk memalsukan identitasnya.
Konten palsu tersebut kemudian disebarkan melalui berbagai platform video pendek dan digunakan sebagai alat untuk melakukan penipuan.
Target utama dalam kasus ini dilaporkan adalah perempuan paruh baya hingga lanjut usia yang dimanipulasi secara emosional sebelum akhirnya diminta mengirimkan uang atau berinvestasi dalam skema ilegal.
Masalah ini sebelumnya telah beberapa kali disoroti oleh Jin Dong.
Selama berlangsungnya Two Sessions China 2026, ia kembali menekankan pentingnya regulasi yang lebih jelas terkait penggunaan teknologi AI, khususnya dalam hal manipulasi wajah dan suara.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat perlu diimbangi dengan perlindungan hukum yang memadai agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Seruan Jin Dong untuk mempercepat pembentukan regulasi mengenai deepfake pun mendapat perhatian luas dari publik.
Banyak pihak menilai langkah tersebut penting untuk melindungi masyarakat dari potensi penipuan digital yang semakin canggih.







Tidak ada Respon