Beberapa kali upaya diskusi disebut telah dilakukan, tetapi tidak mencapai kesepakatan karena pihak idol menolak untuk melanjutkan pembicaraan secara langsung.
Dalam pernyataannya, agensi juga membantah tuduhan bahwa manajemen pernah memaksanya untuk mencukur rambutnya.
Setelah melakukan pengecekan internal, pihak terkait menegaskan bahwa tidak pernah ada instruksi seperti itu yang diberikan kepada sang idol.
Selain itu, manajemen mengungkapkan bahwa Hanaida mengajukan sejumlah permintaan, termasuk tindakan terhadap anggota lain yang dianggap membicarakannya.
Ia juga meminta manajemen melakukan pencabutan larangan masuk bagi penggemar yang terlibat dalam kasus tersebut.
Namun, kedua hal tersebut dinilai berada di bawah kewenangan penuh manajemen sehingga tidak dapat langsung dipenuhi.
Agensi juga menyatakan bahwa komunikasi selanjutnya hanya dilakukan melalui kuasa hukum sang idol.
Pada akhirnya, pihak pengacara menyampaikan bahwa kliennya tidak bersedia melanjutkan proses dialog dengan manajemen.
Setelah mempertimbangkan seluruh situasi, DH Co., Ltd. memutuskan untuk mengakhiri kontrak eksklusif Hanaida Mei.
Menurut perusahaan, ini menjadi kasus pemutusan kontrak pertama dalam sejarah AKB48 yang dilakukan melalui keputusan manajemen. (Overseasidol.com)







Tidak ada Respon