Aktivis asal Thailand Psi Scott Ungkap Jadi Korban Pelecehan oleh Kakak Kandung

M. Mujibburohim
Aktivis asal Thailand Sai Scott Ungkap Jadi Korban Pelecehan oleh Kakak Kandung
Photo via Instagram/psiscott.
A-AA+A++

Overseasidol.com — Kabar mengejutkan datang dari aktivis perlindungan laut ternama Thailand, Psi Scott, yang baru-baru ini mengunggah sebuah video emosional melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam video yang penuh dengan air mata tersebut, pria yang juga dikenal sebagai anggota keluarga konglomerat bir “Singha” ini secara berani mengungkap sisi gelap yang selama ini ia pendam dari keluarganya sendiri.

Dengan suara bergetar, Psi meminta publik untuk berhenti melabelinya sebagai pewaris takhta bisnis keluarga karena ia merasa identitas tersebut tidak pernah memberikan perlindungan atau keadilan baginya sebagai manusia.

Psi Scott membeberkan pengakuan yang memilukan mengenai trauma masa mudanya, di mana ia mengklaim telah menjadi korban pelecehan seksual berkali-kali oleh kakak kandungnya sendiri sejak masa remaja.

Meski ia memiliki bukti rekaman pengakuan dari sang kakak, Psi merasa dikhianati oleh keluarga besarnya karena tidak ada satu pun orang dewasa atau kerabat yang bersedia mengulurkan tangan untuk membantunya saat itu.

Ia merasa harus berjuang sendirian selama bertahun-tahun tanpa mendapatkan keadilan hukum maupun dukungan moral dari lingkungan internal keluarganya.

Penderitaan Psi semakin memuncak tahun ini setelah ia menghadapi konflik hukum dengan ibu kandungnya.

Ia mengungkapkan bahwa sang ibu telah melayangkan gugatan untuk merebut kembali harta warisan yang ditinggalkan oleh kakeknya.

Ironisnya, tindakan tersebut dibarengi dengan pelabelan dirinya sebagai anak yang tidak tahu berterima kasih hanya karena ia memutuskan untuk membicarakan kebenaran tentang trauma masa lalunya kepada orang lain.

Ketika ia mencoba mencari dukungan dari sesepuh keluarga, Psi justru diminta untuk meminta maaf kepada ibunya, sebuah respons yang membuatnya merasa martabat kemanusiaannya sama sekali tidak dihargai.

Melalui keberaniannya berbicara di depan publik, Psi Scott berniat untuk memutuskan hubungan dengan lingkaran keluarga yang dianggapnya beracun tersebut.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bisa lagi hidup dalam kepura-puraan bersama orang-orang yang tidak memiliki empati terhadap rasa sakit yang ia alami.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri dukungan dari para penggemar dan sesama aktivis yang memuji keberaniannya dalam memutus rantai trauma serta memperjuangkan haknya sebagai penyintas meskipun harus melawan pengaruh besar dari salah satu keluarga terkaya di Thailand.