Diduga Diblacklist Pemerintah, Akun Douyin Artis LGBT China Na Yina Hilang Usai Izin Konser Dicabut

M. Mujibburohim
Diduga Diblacklist Pemerintah, Akun Douyin Artis Ikon LGBT China Na Yina Hilang Usai Izin Konser Dicabut
Photo via Weibo.
A-AA+A++

Overseasidol.com — Nama artis LGBT asal Tiongkok, Na Yina atau Lady Nanan kembali menjadi sorotan publik setelah pemerintah Distrik Xiangcheng mencabut izin pertunjukan yang melibatkan dirinya.

Keputusan tersebut ramai diberitakan berbagai media dan langsung memicu perhatian warganet.

Tak lama setelah kabar pencabutan izin konser beredar, sejumlah pengguna internet menemukan bahwa akun-akun Na Yina di platform Douyin tidak lagi dapat diikuti.

Seluruh video di akun tersebut juga telah dihapus dan namanya tidak lagi muncul dalam kolom pencarian.

Namun demikian, di beberapa platform media sosial lainnya, akun miliknya masih dapat ditemukan dan kontennya tetap bisa diakses.

Bahkan, beredar kabar di kalangan netizen bahwa ia diduga telah membuka akun baru di platform video luar negeri.

Sebelumnya, pada 12 Februari, situs resmi Pemerintah Distrik Xiangcheng mengumumkan pencabutan izin pertunjukan yang diberikan kepada Beijing Yimiao Culture Media Co., Ltd.

Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa artis yang dijadwalkan tampil, yakni Na Yina yang memiliki nama asli Zhai Geying, dikategorikan sebagai artis bermasalah dan melanggar Pasal 8 dalam Peraturan Disiplin dan Pengelolaan Praktisi Industri Pertunjukan.

Aturan tersebut menyatakan bahwa individu dengan catatan pelanggaran serius tidak diperbolehkan terlibat dalam pertunjukan komersial.

Atas dasar itu, otoritas setempat membatalkan izin pertunjukan yang sebelumnya telah disetujui.

Berdasarkan informasi publik, Na Yina lahir pada 17 Juli 1967 di Zhongxiang, Jingmen, Provinsi Hubei.

Ia dikenal sebagai penyanyi sekaligus kreator konten video pendek. Pada November 2022, ia merilis lagu berjudul “Love Like Fire” yang sempat viral dan banyak dicover warganet hingga menduduki tangga lagu di berbagai platform musik.

Sebelum dikenal dengan nama Na Yina, ia pernah aktif menggunakan persona “Russian Nana” di platform video pendek.

Dengan bantuan filter AI dan efek visual, ia menyamar sebagai perempuan paruh baya asal Rusia dan mengklaim memiliki darah campuran Tiongkok-Rusia.

Citra tersebut dipadukan dengan narasi patriotik yang berhasil menarik banyak pengikut. Dalam sejumlah siaran langsung, ia juga memasarkan produk yang disebut sebagai “produk khas Rusia” seperti cokelat dan madu.

Namun kemudian terungkap bahwa barang-barang tersebut sebenarnya merupakan produk dalam negeri, sehingga memicu tudingan penipuan konsumen.

Kasus tersebut bahkan sempat mendapat sorotan dan kritik dari media nasional yang menilai praktik tersebut sebagai bentuk pemalsuan identitas dan gangguan terhadap ketertiban ruang digital.

Akun miliknya pun dilaporkan diblokir tanpa batas waktu oleh platform terkait.

Related

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *