JPOPSkandal & Kontroversi

Grup Idol =LOVE Ambil Langkah Hukum atas Ujaran Kebencian dan Hoaks di Internet

271
×

Grup Idol =LOVE Ambil Langkah Hukum atas Ujaran Kebencian dan Hoaks di Internet

Sebarkan artikel ini
=LOVE equal love
Photo via X/Equal_Love_12.

Overseasidol.com — Grup idol Jepang =LOVE baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi di situs web mereka pada 9 Oktober.

Dalam pengumuman tersebut, manajemen memperingatkan publik mengenai maraknya ujaran kebencian dan penyebaran rumor palsu terhadap grup maupun para anggotanya di media sosial.

Scroll untuk Melanjutkan Membaca
v

Mereka juga mengungkapkan bahwa beberapa kasus telah dibawa ke jalur hukum.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa mereka sudah lama meminta penggemar dan pengguna internet untuk tidak menyebarkan komentar jahat atau tuduhan tanpa dasar terhadap grup maupun anggotanya.

Namun, hingga kini masih banyak unggahan di media sosial yang berisi fitnah dan spekulasi tidak berdasar.

“Kami menemukan sejumlah kasus di mana rumor yang tidak jelas kebenarannya disebarkan seolah-olah itu fakta,” tulis pihak =LOVE dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa langkah hukum sedang dilakukan untuk menangani kasus yang dinilai melanggar hukum atau bersifat merugikan.

“Kami telah berkonsultasi dengan penasihat hukum dan telah mengajukan permohonan pengungkapan informasi pelaku kepada pengadilan.

Beberapa di antaranya telah disetujui, dan kami sudah mengidentifikasi pelaku serta mengajukan gugatan hukum,” ungkap pernyataan itu.

Manajemen juga mengingatkan bahwa tidak hanya pelaku utama, tetapi siapa pun yang memberikan “like” atau mengutip unggahan berisi fitnah juga dapat dianggap melakukan pelanggaran hukum seperti penghinaan atau pencemaran nama baik.

Mereka meminta masyarakat untuk berhati-hati dan tidak terlibat dalam tindakan penyebaran kebencian di dunia maya.

Langkah tegas ini mendapat perhatian publik Jepang, terutama karena kasus serupa semakin sering menimpa artis dan idola di era digital.

Tindakan =LOVE dinilai sebagai upaya penting untuk melindungi reputasi artis dari dampak negatif komentar beracun di internet.