Industri Drama China Hadapi Penurunan Jumlah Penonton, iQIYI dan Tencent Video Ungkap Penyebab Utama

M. Mujibburohim
Industri Drama China Hadapi Penurunan Jumlah Penonton, iQIYI dan Tencent Video Ungkap Penyebab Utama
Photo via Sina Entertainment.
A-AA+A++

Overseasidol.com — Industri drama televisi di China tengah menghadapi tantangan serius setelah data menunjukkan penurunan jumlah penonton untuk serial panjang dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini terungkap dalam sebuah forum diskusi yang digelar oleh Administrasi Negara Radio dan Televisi bersama para pelaku industri, termasuk platform streaming besar seperti iQIYI dan Tencent Video.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari iQIYI, Liu Huangfu, mengungkapkan bahwa ada tiga faktor utama yang menyebabkan penurunan performa drama panjang.

Ia menyebutkan bahwa maraknya pembajakan konten, dinamika opini publik di media sosial, serta perubahan kebiasaan konsumsi penonton menjadi penyebab utama turunnya jumlah penayangan secara signifikan.

Menurutnya, perubahan perilaku penonton yang kini lebih menyukai konten singkat dan cepat membuat drama panjang semakin sulit bersaing.

Selain itu, tekanan dari opini publik juga dinilai memengaruhi performa sebuah drama, terutama ketika isu tertentu menjadi viral dan berdampak pada persepsi penonton.

Sebagai langkah strategis, iQIYI berencana meningkatkan investasi pada produksi drama berdurasi menengah serta melakukan penyesuaian dalam sistem pembagian keuntungan.

Salah satu kebijakan yang disorot adalah rencana untuk memberikan porsi pendapatan yang lebih besar kepada para kreator, bahkan hingga 100 persen dalam skema tertentu, guna mendorong kualitas dan kreativitas konten.

Sementara itu, perwakilan dari Tencent Video menekankan bahwa drama berdurasi menengah seharusnya tidak disamakan dengan drama panjang dari segi perlakuan industri.

Mereka mendorong adanya fleksibilitas lebih besar dalam hal tema dan proses sensor.

Menurutnya, proses persetujuan yang terlalu lama dapat menghambat daya saing industri di tengah persaingan global yang semakin ketat.