Harga sahamnya juga mengalami penurunan drastis, dari puncaknya sekitar 32 yuan pada 2015 menjadi hanya sekitar 1,77 yuan per saham saat ini, atau turun hampir 95 persen.
Data menunjukkan bahwa perusahaan telah mengalami kerugian secara berturut-turut sejak 2018. Hingga akhir 2024, total kerugian kumulatif mencapai sekitar 82,5 miliar yuan.
Bahkan, proyeksi kinerja tahun 2025 menunjukkan potensi kerugian tambahan antara 2,89 hingga 4,07 miliar yuan, memperpanjang tren negatif selama delapan tahun terakhir.
Selain tekanan finansial, perusahaan juga menghadapi berbagai risiko hukum. Huayi Brothers tercatat sebagai pihak yang dikenai tindakan eksekusi dan pembatasan konsumsi tinggi.
Di sisi lain, saham milik salah satu pemegang kendali, Wang Zhonglei, juga tengah dalam proses lelang oleh pengadilan.
Sebagian besar kepemilikan sahamnya bahkan dilaporkan telah dibekukan.
Didirikan pada 2004 oleh Wang Zhongjun dan Wang Zhonglei, Huayi Brothers pernah menjadi salah satu raksasa industri hiburan Tiongkok.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan menghadapi tantangan besar yang memengaruhi kinerja dan stabilitasnya.
Salah satu karya baru yang terkenal dari Huayi Brothers adalah “The Yin yang Master” yang rilis tahun 2021.






Tidak ada Respon