Overseasidol.com — Federasi Asosiasi Radio dan Televisi Tiongkok melalui Komite Aktor merilis pernyataan resmi pada 2 April terkait maraknya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di industri hiburan.
Pernyataan ini menyoroti berbagai praktik ilegal seperti penggunaan deepfake untuk mengganti wajah, kloning suara, hingga manipulasi materi film tanpa izin yang dinilai merugikan para pelaku industri.
Dalam keterangannya, pihak komite menegaskan bahwa aktor memiliki hak penuh atas citra, suara, dan identitas artistik mereka yang dilindungi oleh hukum.
Penggunaan materi tersebut tanpa izin tertulis, termasuk untuk pelatihan model AI, dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hak pribadi dan profesional.
Selain itu, mereka juga menyoroti konten berbasis AI yang menggunakan wajah atau suara aktor untuk tujuan komersial maupun non-komersial.
Meski sering diberi label seperti “konten hiburan” atau “karya penggemar”, praktik tersebut tetap tidak dibenarkan secara hukum jika dilakukan tanpa persetujuan pihak terkait.
Pernyataan tersebut juga menekankan tanggung jawab platform digital, termasuk media sosial dan layanan streaming, untuk memperketat pengawasan terhadap konten berbasis AI.
Platform diminta memastikan adanya sistem verifikasi izin sebelum konten dipublikasikan, serta segera menghapus materi yang melanggar hak cipta atau hak personal.
Di sisi lain, pengembang teknologi AI juga diingatkan untuk mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap sumber data yang digunakan dalam pengembangan sistem mereka.
Hal ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi dan karya kreatif.
Sebagai langkah lanjutan, organisasi tersebut menyatakan akan meningkatkan pemantauan terhadap pelanggaran di dunia maya serta mengambil tindakan hukum terhadap individu maupun pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Mereka juga mendorong terciptanya standar industri yang jelas terkait penggunaan AI, termasuk mekanisme perizinan dan pembagian keuntungan yang adil.







Tidak ada Respon