China Ancam Boikot Para Artis Berperilaku Buruk Hingga Lypsinc

  • Bagikan
china association of performing arts
china association of performing arts

Overseasidol.com — Pada tanggal 5 Februari, China Association of Performing Arts mengungkap kebijakan baru terkait pengaturan atau regulasi dari seorang pelaku seni atau artis.

Mereka mengeluarkan sebuah aturan bernama “Tindakan Manajemen untuk Disiplin Diri Pelaku di Industri Hiburan”. Mulai 1 Maret, langkah-langkah tersebut akan diterapkan secara resmi.

Regulasi tersebut ditujukan untuk ditujukan untuk orang yang terlibat dalam musik, drama, tari, kesenian rakyat, akrobat, dan bentuk pertunjukan langsung lainnya di Tiongkok.

Aturan tersebut diterapkan untuk mengimbau para artis yang merupakan subjek penting dalam penyebaran nilai-nilai sosial dan budaya sehingga misi seperti ide yang menginspirasi, menumbuhkan sentimen, dan menghangatkan jiwa dalam kehidupan sosial terlaksana.

Hal ini dengan jelas menetapkan norma profesional yang harus dipatuhi oleh para pelaku seni di China yang mencakup sepuluh klausul kewajiban.

Salah satunya termasuk mematuhi etika sosial, berpegang pada semangat kontrak, dan menghormati tim dan mitra penyelenggara, serta 15 poin larangan.

Menyetir dalam keadaan mabuk, mengemudi tanpa SIM, tabrak lari, masalah berbahaya, mengganggu ketertiban umum dan menyebabkan dampak sosial yang buruk, menipu penonton dengan menyanyi palsu dan pertunjukan palsu dalam pertunjukan komersial semuanya disertakan dalam poin larangan tersebut.

Bernyanyi palsu (假唱) dalam hal ini disebutkan sebagai lypsinc sebagaimana dilansir dari Wikipedia Tionghoa.

Bagi para pelanggar, artis akan menghadapi ancaman boikot dari pemerintah untuk tidak diizinkan tampil di TV dari mulai berbulan-bulan hingga permanen.

Komite khusus diisukan telah dibentuk untuk mengatur pemboikotan dan kembalinya artis tersebut sesuai dengan 15 poin yang diterapkan.

(Artikel ini dikutip dari Sohu Yule)

  • Bagikan